Para Petani Merasa Terbantu Melalui Program Pembelian Gabah Jemput Bola dari Perum Bulog

oleh
oleh
TRI BUDI SATRIA/RADARSUMEDANG.ID KUNJUNGAN KERJA: Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Nurman Susilo melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Sri Rahayu di Dusun Ancol Pentas, Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang pada Minggu, 25 Januari 2026

RADARSUMEDANG.ID – Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Nurman Susilo melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Sri Rahayu di Dusun Ancol Pentas, Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang pada Minggu, 25 Januari 2026. Kunjungan tersebut di antaranya menyaksikan proses pembelian gabah langsung oleh Perum Bulog dari Kelompok Tani Sri Rahayu sekitar 25 ton dengan harga Rp6.500 perkilogram.

 

“Kami khususnya Bulog Cabang Bandung yang membawahi wilayah Sumedang telah melakukan pembelian gabah langsung ke pertani,” sebut Nurman yang didampingi Pimpinan Cabang (Pimcab) Perum Bulog Kancab Bandung, Ashville Nusa Panata dan Ketua Kelompok Tani Sri Rahayu, Yanyan Ruhyana.

 

Pihaknya berharap dengan program Bulog khususnya menjemput gabah, para petani sangat terbantu. “Karena secara tidak langsung maupun secara langsung, pemerintah ikut menjaga stabilisasi harga dari petani Rp6.500,” ucapnya.

 

Nurman menyampaikan, tujuan tersebut yang pertama untuk menjaga harga gabah dari petani dan yang kedua untuk cadangan pangan pemerintah. Di tahun 2026 sekarang, Perum Bulog Kanwil Jabar memiliki target serapan gabah atau pembelian dari petani dengan total se-Provinsi Jabar seberat 694.433 ton gabah.

 

Di tahun 2025 lalu, se-Provinsi Jabar ditarget 420.000 ton. Ternyata realisasi mencapai 452.000 ton. “(Tahun lalu target) Tercapai 100 persen lebih,” ucapnya. Sehingga untuk target 2026 sekarang juga ditingkatkan lagi dibanding 2025 lalu.

 

Dia menghimbau untuk para petani, khususnya di wilayah Sumedang agar turut serta bersama-sama mensukseskan program pemerintah dengan bekerjasama Perum Bulog. “Silakan nanti menghubungi tim penjemput gabah Perum Bulog atau melalui Babinsa, PPL apabila gabahnya ingin diserap oleh Bulog, kami menerima,” ajak Nurman.

 

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Sri Rahayu, Yanyan Ruhyana mengaku merasa sangat terbantu kehadiran Perum Bulog melalui program jemput bola pembelian gabah. “Sebagai petani, di wilayah Sumedang ini mewakili seluruh petani sangat terbantu sekali dengan adanya Bulog menyerap padi basah. Jadi petani sangat terbantu sekali,” terangnya.

 

Yanyan berharap program ini terus berlanjut dan berkelanjutan karena manfaatnya banyak dirasakan masyarakat luas, khususnya para petani. “Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan berkelanjutan,” ungkapnya. (tri)

No More Posts Available.

No more pages to load.