RADARSUMEDANG.id, BANDUNG — Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, H. Ridwan Solichin, menyoroti semakin terpinggirkannya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat yang kian bertumpu pada platform digital. Ia menilai, pemerintah perlu kembali memberi perhatian serius pada pasar rakyat dan sektor usaha offline agar UMKM tidak kehilangan ruang tumbuh.
Kang Rinso, sapaannya, yang juga menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat menyampaikan bahwa fenomena sepinya pasar tradisional dan pusat perbelanjaan konvensional harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi kebijakan ekonomi kerakyatan.
“UMKM kita jangan sampai ditinggalkan. Digitalisasi itu penting, tapi pasar rakyat dan usaha offline juga harus dihidupkan kembali agar UMKM bisa terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, revitalisasi pasar berbasis wilayah perlu menjadi agenda strategis, termasuk menghidupkan kembali konsep pasar tematik atau hari pasar yang dulu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Skema tersebut dinilai mampu memperluas akses pasar, khususnya bagi UMKM kecil yang belum sepenuhnya siap masuk ke ekosistem digital.
Kang Rinso juga mendorong adanya insentif nyata bagi pelaku UMKM, seperti keringanan retribusi, pajak rendah, hingga dukungan sarana dan prasarana usaha. Ia menilai kebijakan tersebut penting agar UMKM tidak terbebani biaya tinggi di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Kalau UMKM ingin kuat, maka negara harus hadir. Jangan sampai mereka kalah bersaing hanya karena biaya sewa, pajak, dan akses pasar yang terbatas,” tegasnya.
Lebih jauh, Founder Komunitas Desa Sukses Indonesia ini menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah, khususnya di Jawa Barat yang memiliki jumlah pelaku UMKM sangat besar dan tersebar hingga ke pelosok desa. Karena itu, ia berharap kebijakan pemerintah pusat dan daerah benar-benar berpihak pada penguatan ekosistem UMKM, baik dari sisi produksi, pemasaran, hingga rantai pasok.
“Kita berharap UMKM Jawa Barat bisa lebih diperhatikan, difasilitasi, dan didorong agar benar-benar naik kelas, dari usaha bertahan menjadi usaha yang berdaya saing,” katanya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara pasar online dan offline harus terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi tidak timpang. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, Kang Rinso optimistis UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi rakyat di Jawa Barat.(rik)






