RADARSUMEDANG.id, KOTA — Sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Sumedang sumringah setelah mendapatkan bantuan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut menyasar sekolah-sekolah yang berdasarkan data dan hasil verifikasi pemerintah pusat masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana dasar pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, mengatakan penentuan sekolah penerima bantuan dilakukan oleh pemerintah pusat dengan mengacu pada data pokok pendidikan (Dapodik) masing-masing satuan pendidikan.
Menurut Eka, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang tidak menjadi pengelola anggaran bantuan tersebut. Peran dinas lebih pada penyediaan dan pemutakhiran data, membantu proses verifikasi serta melengkapi persyaratan yang diperlukan oleh satuan pendidikan.
“Bantuan ini menyasar langsung ke satuan pendidikan tanpa singgah di Dinas Pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota. Dinas pendidikan hanya sebatas menyiapkan data, membantu verifikasi data serta syarat-syarat permohonan bantuan yang masuk di Dapodik,” ujar Eka didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Masdar, di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Senin (24/8/2026).
Eka menjelaskan, untuk aspek perencanaan teknis pekerjaan konstruksi harus dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi. Setelah data sekolah diverifikasi, pemerintah pusat kemudian menetapkan satuan pendidikan yang dinilai layak menerima bantuan.
Pihak sekolah yang ditetapkan sebagai penerima manfaat selanjutnya mendapatkan pemberitahuan langsung dari pemerintah pusat. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan secara daring dan bimbingan teknis bagi sekolah penerima.
“Setelah diverifikasi, pemerintah pusat melayangkan surat langsung kepada penerima manfaat, yaitu sekolah. Kemudian ada zoom meeting kepada pihak sekolah didampingi dinas pendidikan bahwa sekolah tersebut berdasarkan data Dapodik dianggap layak,” katanya.
Selanjutnya, sekolah penerima mengikuti bimbingan teknis di Jakarta sekaligus melakukan pemutakhiran terhadap perkembangan dan kondisi terbaru sekolah sebelum pelaksanaan revitalisasi.
Dalam pelaksanaannya, revitalisasi dapat dilakukan melalui panitia pembangunan satuan pendidikan. Namun, Eka menyebut terdapat pula mekanisme pelaksanaan melalui pihak ketiga untuk bantuan tertentu yang memiliki dasar hukum tersendiri.
Salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut adalah SMPN 2 Jatigede. Kepala SMPN 2 Jatigede melalui Bendahara, Nining Kurnaesih, mengatakan sekolahnya menjadi penerima manfaat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp1,015 miliar.
Pelaksanaan pekerjaan dimulai 8 Juni 2026 hingga 6 September 2026 dengan target waktu pengerjaan selama empat bulan.
“Saat ini progres revitalisasi sudah mencapai sekitar 90 persen,” kata Nining saat ditemui Radar Sumedang di kampus SMPN 2 Jatigede, Senin (24/8/2026).
Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi tiga ruang kelas, kompleks ruang administrasi yang terdiri dari ruang guru, ruang tata usaha dan ruang kepala sekolah, serta dua unit toilet yang dipisahkan untuk siswa dan guru.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang diketuai oleh perwakilan Komite Sekolah. Sementara Nining Kurnaesih dipercaya sebagai bendahara.
Untuk tenaga kerja, pihak sekolah melibatkan masyarakat setempat serta tenaga ahli yang berasal dari wilayah Sumedang.
Revitalisasi tersebut menjadi angin segar bagi SMPN 2 Jatigede. Sebab, sebelum mendapatkan bantuan, kondisi sejumlah bangunan sekolah sejak 2023 tergolong memprihatinkan.
Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, mulai dari atap yang bocor, lantai retak di sejumlah titik hingga kusen yang lapuk dimakan usia. Struktur kayu yang sudah tua juga sempat menimbulkan kekhawatiran pihak sekolah terhadap keamanan warga sekolah.
“Kami selaku pihak sekolah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas realisasi program revitalisasi ini. Sekolah kini merasa bangga karena fasilitas belajar mengajar jauh lebih representatif dan aman,” ujar Nining.
Apresiasi juga datang dari orang tua siswa. Salah satunya Ara Widiana yang mengaku kini lebih tenang setelah bangunan sekolah diperbaiki.
Menurutnya, kondisi bangunan sebelumnya membuat orang tua khawatir, terutama karena sebagian material bangunan menggunakan kayu yang sudah tua dan rentan mengalami kerusakan.
“Sebelumnya saya khawatir anak saya saat belajar tiba-tiba plafonnya roboh karena kayunya sudah tua dan rentan dimakan rayap. Sekarang para siswa merasa lebih aman dan nyaman saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,” sebut Ara.
Program serupa juga tengah dilaksanakan di SMPN 1 Situraja. Sekolah tersebut mendapatkan bantuan revitalisasi dengan nilai lebih dari Rp900 juta.
Kepala SMPN 1 Situraja, Euis Royani, mengatakan terdapat sejumlah ruangan yang menjadi sasaran revitalisasi.
“Total ada tujuh ruangan yang direvitalisasi, dengan rincian tiga ruang kelas di Blok A, dua ruang di Blok B dan tiga ruang di Blok C yang berada di belakang sekolah,” ucap Euis.
Menurut Euis, kondisi beberapa ruangan tersebut sebelumnya sudah membutuhkan perbaikan segera. Bahkan, bagian kusen di Blok B nyaris mengalami kerusakan berat, sementara plafon di Blok C sudah turun sehingga dinilai cukup berisiko bagi keamanan siswa.
Pekerjaan revitalisasi di SMPN 1 Situraja mulai dilaksanakan pada awal Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada November 2026.
Pihak sekolah berharap pengerjaan dapat dipercepat karena proses pembangunan berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar.
Hingga pekan ini, progres pekerjaan di SMPN 1 Situraja baru mencapai sekitar 20 persen dan untuk pelaksanaannya, P2SP diketuai oleh unsur Komite Sekolah dengan melibatkan tenaga ahli dari wilayah Sumedang.
“Kasihan anak-anak sekarang harus dua shift karena ada pekerjaan fisik sehingga tidak semua ruang kelas bisa digunakan. Ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Pihak sekolah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga sarana pendidikan kembali dapat digunakan secara optimal dan siswa maupun guru dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi yang lebih aman, nyaman dan representatif.
“Intinya revitalisasi ini dikelola sendiri dan kami mementingkan kualitas seluruh item-item nya karena ini bangunan sudah lama. Disini pemerintah memberikan untuk peningkatan mutu sehingga kami sangat maksimal karena negara memberikan kepercayaan kepada kami,” tuturnya
Ketua P2SP SMPN 1 Situraja, Tata Sarta menyampaikan program revitalisasi satuan pendidikan sangat ditunggu-tunggu sejak lama.
“Sangat baik sekali apalagi diberi kepercayaan kami manfaatkan semaksimal mungkin, seperti ini saja juga bersyukur dan kegiatan dilaksanakan oleh kami, meskipun banyak asumsi ada yang di sub kontrak kan kecuali tenaga ahli. Mudah-mudahan bangunannya kokoh, awet pembelajaran lebih nyaman lagi kalau bangunan nya bagus sama dengan rumah, siswa juga betah dan senang,” jelas Tata. (jim)





