RADARSUMEDANG.id — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumedang harus mampu menjadi pionir nasionalisme di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati saat mengukuhkan 54 anggota Paskibraka Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang akan bertugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).
Bupati Dony mengatakan, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kebanggaan karena terpilih dari ribuan pelajar. Lebih dari itu, mereka mendapat kepercayaan untuk membawa nama baik Kabupaten Sumedang sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
“Adik-adik harus jadi pionir di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah generasinya. Standar nasionalismenya harus lebih tinggi daripada yang lainnya,” ujar Dony.
Menurutnya, proses pembinaan dan latihan yang telah dijalani para anggota Paskibraka merupakan sebuah “sekolah kehidupan”. Di dalamnya mereka ditempa untuk memiliki kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, saling percaya, serta saling menguatkan.
Bupati Dony juga mengingatkan agar nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme yang telah tertanam selama proses pembinaan tidak berhenti pada pelaksanaan tugas pengibaran bendera. Nilai tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Paskibraka tidak hanya sebatas menjadi orang pilihan, tetapi sesungguhnya generasi muda pilihan yang sedang diberikan kepercayaan untuk membawa kehormatan Kabupaten Sumedang,” katanya.
Ia berpesan agar para Paskibraka menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, tetap disiplin, serta membangun pola pikir positif. Menurutnya, keberhasilan berawal dari keyakinan dan sikap positif.
Bupati Dony menyampaikan prinsip positive feeling, positive thinking, positive saying, dan positive acting. Ia mengingatkan bahwa pikiran akan memengaruhi perkataan, sementara perkataan dapat melahirkan kekuatan untuk membangun maupun sebaliknya.
Selain itu, Dony mengajak para Paskibraka menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan media sosial. Mereka diminta menyampaikan informasi berdasarkan fakta, menghindari hoaks dan fitnah, serta mampu memberikan apresiasi maupun kritik kepada pemerintah secara objektif dan proporsional.
“Ketika baik, sampaikanlah kebaikannya. Ketika kurang baik, sampaikanlah kritiknya dengan cara yang tepat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar menjalankan prosesi seremonial. Di balik bendera tersebut terdapat sejarah, perjuangan, pengorbanan, dan cita-cita para pahlawan yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
“Ketika melihat bendera Sang Saka Merah Putih, itu tidak hanya sebatas kain. Di dalam bendera itu ada sejarah, ada perjuangan, ada pengorbanan, ada darah, dan ada cita-cita para pahlawan kita,” ungkapnya.
Ia berharap 54 anggota Paskibraka Kabupaten Sumedang Tahun 2026 mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk menjadi generasi muda yang disiplin, berkarakter, nasionalis, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
“Jaga kehormatan bangsa dan negara. Jadilah generasi muda yang bisa memberikan kontribusi positif bagi daerah, bangsa, dan negara,” pungkasnya.(cwp)





