BRIN Tawarkan Rencana Kolaboratif Inovasi untuk Sumedang di Bidang Mitigasi Bencana hingga Perizinan Berbasis IT

oleh
Normalisasi Sungai Cihonje, Dusun Ciawi Desa Gunasari Kecamatan Sumedang Selatan. Normalisasi dilakukan oleh team BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk Cisanggarung Kamis tanggal 25 Maret 2021 lalu.

RADARSUMEDANG.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan BRIN memiliki sejumlah inovasi strategis yang sangat relevan untuk diterapkan di Sumedang.

Salah satunya adalah aplikasi Water Test Analysis dan konsep Smart and Sustainable Water System.

Perwakilan BRIN, Arif Rachman menyampaikan, aplikasi ini mampu melakukan analisis kualitas air serta memperkirakan kondisi sumber daya air secara komprehensif.

Arif menjelaskan BRIN menawarkan terkait peluang kolaborasi penerapan berbagai inovasi BRIN di Kabupaten Sumedang. Khususnya di bidang pengelolaan sumber daya air, mitigasi bencana, serta perizinan berbasis data dan teknologi.

“Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung antisipasi bencana, khususnya oleh BPBD, serta menjadi bagian dari tim verifikasi dalam analisis perizinan. Baik untuk perizinan perumahan, pemanfaatan sumber air, maupun kepentingan investasi,” kata Arif kepada sejumlah awak media usai bertemu dengan Selretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati di PPS, Kamis (29/1/2026).

Adapun disampaikan Arif, pihaknya telah memiliki peta dan data lapangan di wilayah Sumedang yang dapat dimanfaatkan, untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.

“Data dan peta tersebut dapat digunakan untuk penyusunan zonasi pengembangan wilayah. Termasuk pengelolaan dan penggunaan air secara real time melalui aplikasi Waterry,” ujar Arif.

Kolaborasi ini diharapkan Arif, mampu memperkuat tata kelola air yang cerdas, berkelanjutan, serta meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana berbasis hidrometeorologi.

Sementara itu Sekda Tuti, menyambut baik rencana penerapan aplikasi inovasi dari BRIN di Kabupaten Sumedang, khususnya aplikasi Water Test Analysis dan konsep Smart and Sustainable Water System.

Menurut Tuti, pemanfaatan teknologi berbasis data dan analisis ilmiah sangat dibutuhkan untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami melihat aplikasi ini sangat relevan dengan kebutuhan Kabupaten Sumedang, terutama dalam pengelolaan sumber daya air, antisipasi bencana, serta mendukung proses perizinan yang akuntabel dan berbasis data,” ucap Sekda Tuti.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang siap menindaklanjuti hasil audiensi tersebut melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.

Termasuk didalamnya peran Bappeda, BPBD, dan dinas teknis terkait, agar penerapannya dapat dilakukan secara bertahap melalui skema living lab.

Sekda Tuti juga menilai kerja sama dengan BRIN menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi Sumedang menuju daerah yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

“Dengan penerapan teknologi ini, kami berharap proses perencanaan wilayah, pengendalian pemanfaatan air, hingga perlindungan masyarakat dan investor dapat dilakukan secara lebih transparan dan real time,” katanya. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.