Unik, Pemilihan Ketua RT/RW di Kelurahan Ini Rasa Pilkada Sumedang

oleh
Pelantikan Ketua RW 05 beserta Ketua RT rasa Pilkada di Lingkungan Warung Jambu - Sawahbera, Kelurahan Pasanggarahan Baru, Sumedang Selatan, Jumat (30/1/2026).

RADARSUMEDANG.id — Pelantikan ketua RT/RW 05 Warung Jambu Sawahbera periode 2026-2031 di Kelurahan Pasanggarahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan berlangsung khidmat bak Pilkada tingkat kabupaten.

Pasalnya kegiatan pelantikan digelar sederhana namun setara dengan pesta kemenangan pilkada tingkat kabupaten pada umumnya.

Yang mana selain dihadiri unsur kelurahan dan kecamatan, rupanya para kandidat RW maupun RT yang sempat berkompetisi justru hadir dalam pelantikan itu.

Bahkan selain dilakukan secara seremonial setara kegiatan di tingkat kecamatan, kegiatan pelantikan juga digelar secara resmi menggunaka protokol khusus, MC formal dan sejumlah pejabat tingkat kabupaten hingga jamuan makan nasi liwet komplit bak rumah makan Sunda.

Ketua Panitia Pemilihan RT/RW 05 Lingkungan Warung Jambu Sawah Bera, Didi Sumarna mengatakan, dirinya merasa lega karena dapat mensukseskan pemilihan yang adil dan demokratis.

Yang mana sebagaimana diketahui setelah dipilih oleh masyarakat secara jujur dan demokratis ini telah menghasilkan Ketua RW dan Ketua RT sebagai berikut,

Ketua RW 05 Hadiat Gunawan, Ketua RT 01 Yanti Saepulloh, Ketua RT 02 Elis Diana, Ketua RT 03 Lia Linawati, dan Ketua RW 04 M. Maulana Yusup.

“Saya berpesan junjung tingi kebersamaan diantara warga. Karena anak cucu kita akan mengenang, bahwa dulu di tempat ini dilaksanakan RT RW serempak dan semua warga RW 05 guyub,” kata Didi kepada Radar Sumedang, Jumat (30/1/2026) di Balai Padepokan Silat Putra Harapan.

Adapun kata Didi, mulai besok Ketua RW dan para Ketua RT harus langsung harus bekerja mengingat mereka telah definitif menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sampai detik ini adalah tugas terakhir saya. Jadi mangga, para ketua RW dan RT sudah legal tinggal melaksanakan tugas sebaik-baiknya juga melaksanakan kegiatan yang sudah diprogramkan oleh kelurahan,” ujarnya.

Tak lupa dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik dari jajaran panitia pemilihan juga warga RW 05, yang telah mensukseskan jalannya pesta demokrasi di tingkat lingkungan Warung Jambu Sawahbera.

“Mohon maaaf dari kami selaku panitia pemilihan banyak kekurangan dan kesalahan yang kami lakukan. Oleh karena itu semua kekurangan akan menjadi perbaikan ke depannya, mohon koreksi untuk pemilihan selanjutnya,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Lurah Pasanggarahan Baru, Harits Septian Yogaswara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia serta masyarakat yang telah menyukseskan proses pemilihan Ketua RW dan RT, hingga pelantikan yang berlangsung secara demokratis sesuai dengan asas-asas di Republik Indonesia.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para Ketua RW dan RT yang telah mengakhiri masa jabatannya.

Sebab menurutnya, meskipun sudah tidak menjabat, para mantan pengurus lingkungan tersebut tetap menjadi tokoh masyarakat yang memiliki peran penting dalam membantu dan mendukung program-program kelurahan.

“Kelurahan tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pengurus lingkungan. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan, untuk itu kami mohon maaf. Semoga silaturahmi tetap terjalin meskipun sudah tidak menjabat,” sebut Harits.

Kepada Ketua RW dan RT yang baru dilantik, Harits mengucapkan selamat dan mengingatkan bahwa amanah yang diemban tidaklah mudah.

Menurutnya, dalam lima tahun ke depan akan banyak tantangan yang harus dihadapi, sehingga dibutuhkan kerja sama dan kekompakan antara kelurahan dengan RW dan RT sebagai perpanjangan lidah program pemerintah kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Ketua RW dan RT telah diberikan Surat Keputusan (SK) sebagai bentuk amanah untuk menyampaikan informasi dan program kelurahan secara berjenjang, mulai dari RW, RT, hingga ke masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Harits juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan.

Ia berharap setiap permasalahan dapat dibahas secara internal terlebih dahulu agar tidak menimbulkan dampak negatif di ruang publik.

“Saya tidak ingin persoalan langsung viral. Di sini ada saya, ada camat. Saya yakin dengan asas musyawarah, setiap tantangan bisa diselesaikan secara internal terlebih dahulu. Ini menyangkut nama baik kita bersama,” tuturnya.

Namun demikian, ia justru mendorong agar kegiatan dan program yang positif dapat disebarluaskan.

“Apabila masyarakat telah mandiri dan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang baik, maka pemerintah akan lebih mudah menyalurkan bantuan dan dukungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Sumedang Selatan, Yayat, menilai pelantikan Ketua RW dan RT di Kelurahan Pasanggarahan Baru sebagai peristiwa yang luar biasa.

Ia mengaku baru pertama kali selama menjabat menyaksikan pemilihan Ketua RW dan RT hingga pelantikan yang dihadiri langsung oleh warga serta media massa.

“Ini luar biasa demokratis. Bahkan bisa dikatakan satu-satunya di Indonesia. Prosesnya sangat tertib, transparan, dan partisipatif, sehingga layak menjadi percontohan dan studi tiru,” sebut Yayat.

Yayat juga menyoroti kehadiran para kandidat yang tidak terpilih dalam acara pelantikan sebagai bentuk kedewasaan berdemokrasi.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan makna sejati dari rukun warga dan rukun tetangga, di mana persatuan dan kebersamaan tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan pilihan.

“Yang kalah kompetisi tetap hadir, ini contoh demokrasi yang sehat. Tidak semua daerah bisa seperti ini, karena di beberapa tempat masih ada RW dan RT yang menjabat seumur hidup,” katanya. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.