Oleh: K.H. R.M. Anwar Sanusi
(Ketua Umum MUI Kabupaten Sumedang)
RADARSUMEDANG.id — ASSALAMU’ALAIKUM warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillahi shallallahu ‘alaihi wasallam, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.
Amma ba’du. Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia. Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala karunia dan nikmat-Nya, terutama nikmat Islam dan iman. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan alam, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Ahlan wa sahlan, selamat datang bulan yang mulia; bulan penuh pahala, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan penuh ampunan, bulan dikabulkannya doa. Bahkan pada bulan Ramadhan, Allah SWT menurunkan Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Subhanallah.
Mari kita sambut bulan suci Ramadhan dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan. Sebab, barang siapa yang merasa gembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan, maka diharamkan baginya api neraka (HR. Al-Hadits).
Kaum muslimin yang berbahagia, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Berpuasa sebulan penuh pada bulan suci Ramadhan bagi umat Islam yang telah baligh, berakal sehat, dan mampu, dengan menahan diri dari makan dan minum sejak fajar shadiq hingga terbenam matahari, merupakan bentuk pengabdian dan ketakwaan kepada Sang Khalik. Inilah proses pembentukan karakter ketakwaan yang hakiki, karena tujuan berpuasa adalah membentuk insan-insan yang bertakwa.
Rasulullah SAW menyampaikan bahwa orang yang berpuasa akan memperoleh dua kebahagiaan yang tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpuasa, yaitu:
- Kebahagiaan ketika berbuka puasa.
- Kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah SWT kelak di akhirat.
Namun demikian, puasa yang dimaksud bukan hanya puasa lahir, tetapi juga puasa batin. Banyak orang berpuasa, tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga, tanpa memperoleh pahala. Hal itu karena mereka hanya menahan diri dari makan dan minum, namun tidak mampu menahan diri dari hal-hal yang merusak pahala puasa, seperti iri dan dengki, ghibah, membicarakan keburukan orang lain, serta berbagai penyakit hati dan lisan lainnya.
Semoga kita mampu melaksanakan puasa secara sempurna, lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita, serta menerima segala amal ibadah yang kita kerjakan.
Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(*)





