RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Pasokan sempat tersendat akibat munggahan pedagang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pastikan stabilitas pangan tetap terjaga selama Ramadan. Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pergerakan harga kebutuhan pokok di Kota Bandung menunjukkan dinamika yang beragam.
Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, terutama cabai, namun secara umum kondisi harga masih berada dalam kategori stabil dan terkendali. Pemkot Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap aman pada awal Ramadan.
Kenaikan harga yang terjadi dinilai bersifat sementara dan dipengaruhi faktor distribusi serta aktivitas perdagangan yang belum sepenuhnya normal pada hari-hari awal puasa.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menyebutkan lonjakan harga paling terasa terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Saat ini harga berada di kisaran Rp99.000 per kilogram, meningkat dari sebelumnya yang berada pada rentang Rp85.000 hingga Rp86.000 per kilogram.
Selain cabai rawit merah, cabai rawit hijau juga mengalami penyesuaian harga dengan kisaran Rp60.000 sampai Rp66.000 per kilogram. Kenaikan harga menjadi perhatian karena cabai merupakan komoditas yang hampir selalu mengalami fluktuasi menjelang Ramadan.
Meiwan menjelaskan kenaikan harga cabai bervariasi antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Komoditas cabai merah tanjung ikut mengalami peningkatan serupa, sementara cabai merah keriting naik dalam skala lebih ringan sehingga tidak terlalu memengaruhi daya beli masyarakat.
“Lonjakan harga cabai awal Ramadan bukan disebabkan peningkatan permintaan semata, melainkan lebih dipengaruhi faktor pasokan. Awal puasa, distribusi cabai sempat terganggu karena sejumlah pedagang di Pasar Induk Caringin belum beraktivitas penuh akibat tradisi munggahan menjelang Ramadan,” ujar Meiwan saat dihubungi, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, kondisi aktifitas pasar induk menyebabkan volume barang yang masuk ke pasar tradisional menurun sementara waktu. Berkurangnya pasokan membuat harga bergerak naik, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap distribusi cabai.
Meski demikian, Meiwan menilai situasi kenaikan bersifat sementara, aktivitas perdagangan diperkirakan kembali normal setelah pedagang kembali beroperasi secara penuh dan rantai distribusi berjalan stabil.
Selain cabai, Meiwan mengungkapkan pergerakan harga juga terlihat pada komoditas daging sapi. Di tingkat pedagang, harga daging sapi berada pada rentang Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram dengan rata-rata sekitar Rp145.000 per kilogram.
“Perbedaan harga antar pedagang dinilai masih wajar karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kualitas daging, biaya transportasi, hingga mekanisme pembelian dari distributor. Variasi harga masih berada dalam batas toleransi pasar,” ucapnya.
Sementara itu, Meiwan menyebutkan harga daging ayam ras relatif stabil di kisaran Rp40.000 per kilogram. Meski terdapat sedikit kenaikan di beberapa lokasi penjualan, kondisi kenaikan tidak menunjukkan lonjakan signifikan dan masih dianggap normal pada momentum Ramadan.
Untuk komoditas telur ayam, harga terpantau berada di kisaran Rp31.000 hingga Rp31.500 per kilogram. Stabilnya harga telur menjadi indikator positif karena komoditas ini termasuk kebutuhan utama masyarakat selama bulan puasa.
Meiwan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan melalui pemantauan rutin di pasar tradisional maupun distributor. Langkah jaga stabilitas harga dilakukan guna mencegah spekulasi harga dan memastikan pasokan tetap tersedia.
“Koordinasi intensif terus dilakukan bersama distributor, pedagang, serta pelaku pasar agar distribusi bahan pokok berjalan lancar, menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan masyarakat, ujar Meiwan.
Meiwan menambahkan pengawasan berkelanjutan serta sinergi antar pelaku perdagangan, kebutuhan pangan warga selama Ramadan dapat terpenuhi tanpa gejolak harga yang berlebihan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman.(dsn)





