RADARSUMEDANG.id — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengakui, persoalan kemiskinan, pengangguran dan stunting masih menjadi tantangan yang dihadapi oleh dirinya bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila pada tahun pertama menjabat sejak dilantik Maret 2025.
Yang mana pada kesempatan ini dirinya tidak hanya menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan. Akan tetapi juga memaparkan sejumlah persoalan yang saat ini dirasakan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Di hadapan Forkopimda, pimpinan DPRD, akademisi, kepala perangkat daerah hingga tokoh masyarakat, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh membuat pemerintah menutup mata terhadap realitas yang masih dihadapi masyarakat.
“Yang pertama, penanganan kemiskinan masih menjadi tantangan besar. Meski berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi telah berjalan. Rupanya masih terdapat masyarakat yang membutuhkan intervensi lebih konkret agar mampu mandiri secara ekonomi,” kata Bupati Dony dalam pemaparannya di Gedung Negara, Sabtu (21/2/2026).
Selain itu, pengangguran dan penciptaan lapangan kerja menjadi perhatian utama kendati informasi lowongan kerja sudah disampaikan juga melalui intervensi job fair.
“Tentunya kami menilai kebutuhan investasi dan penguatan sektor produktif harus terus dipacu agar peluang kerja semakin terbuka, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.
Termasuk dalam hal ini angka stunting juga rupanya masih harus ditekan melalui kolaborasi lintas sektor.
Yang mana pemerintah daerah terus mendorong penguatan intervensi kesehatan, pemenuhan gizi, hingga edukasi keluarga agar generasi muda Sumedang tumbuh sehat dan berkualitas.
“Stunting bukan hanya urusan kesehatan, tetapi masa depan daerah. Kalau anak-anak kita sehat dan cerdas, maka Sumedang juga akan kuat,” ucapnya.
Lebih dari itu, keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan rusak juga diakui masih terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga pertumbuhan ekonomi desa.
“Jalan rusak itu bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut ekonomi masyarakat. Petani membawa hasil panen, anak sekolah berangkat belajar, semuanya membutuhkan akses yang layak,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan publik yang dinilai masih perlu ditingkatkan agar kualitas hidup masyarakat semakin baik.
“Kita ingin Sumedang bersih, sehat, dan nyaman. Lingkungan yang terawat adalah cerminan budaya masyarakat dan pemerintahnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut dirinya memaparkan berbagai penghargaan dan pengakuan kinerja pemerintah daerah menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi dan pelayanan publik mulai menunjukkan hasil.
Peningkatan sinergi dengan instansi vertikal dan Forkopimda juga disebut berhasil menjaga stabilitas daerah, termasuk dalam pengendalian sosial dan percepatan program pembangunan strategis.
Digitalisasi layanan serta peningkatan koordinasi antar perangkat daerah dinilai mampu mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kita ingin masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan. Pemerintah harus hadir tanpa mempersulit,” tegas Dony.
Menariknya, dengan lantang dirinya menegaskan pemerintah tidak alergi terhadap kritik masyarakat. Menurutnya, masukan warga melalui berbagai saluran, termasuk media sosial, menjadi pengingat agar birokrasi tetap bekerja dengan hati-hati.
Ia pun meminta seluruh ASN membangun budaya kerja terbuka dan tidak defensif terhadap evaluasi publik.“Kritik dan saran dari masyarakat adalah energi positif bagi kami. Itu alarm supaya pemerintah tidak lengah. Saya minta ASN jangan baper sehingga malau dikritik, jadikan bahan introspeksi. Selama kritik itu untuk kebaikan masyarakat, kita harus menerimanya dengan lapang dada,” pungkas Bupati Dony.
Menutup pemaparannya Bupati Dony secara terbuka menyebutkan beberapa persoalan utama yang masih membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
“Setahun ini ada kemajuan yang kita syukuri, tetapi masih banyak yang harus kita benahi. Kami sadar pelayanan belum sempurna,” tutup Dony. (jim)





