Keutamaan dan Kemuliaan Bersedekah dengan Memberi Makanan

oleh

Oleh: Ustaz K.H. Dr. Syamsul Falah, M.Ag

(Ketua III MUI Kabupaten Sumedang)

 BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. Bersedekah di bulan Ramadan merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Di antara bentuk sedekah yang utama adalah memberi makan, terutama menyediakan hidangan berbuka puasa (iftar) bagi orang yang berpuasa.

Salah satu cara menyucikan jiwa dari sifat bakhil (kikir) adalah dengan memperbanyak infak dan sedekah di berbagai jalan kebaikan. Karena itu, Allah Swt. memerintahkan orang-orang beriman agar membelanjakan hartanya di jalan Allah dengan mengharap rida-Nya. Allah Swt. berfirman:

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”(QS. al-Baqarah [2]: 195)

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Baqarah [2]: 148)

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pahala yang diperoleh oleh orang yang memberi makan lagi bersyukur sama dengan pahala orang yang berpuasa lagi bersabar.” (HR. Hakim). Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan memberi makan, terutama pada masa sulit, paceklik, atau saat banyak orang membutuhkan.

Dalam hadis lain disebutkan bahwa orang yang memberi makan dengan penuh rasa syukur dapat memperoleh pahala yang besar, bahkan melebihi orang yang hanya berpuasa dengan kesabaran (HR. al-Qudha’i). Terlebih lagi jika seseorang memberi hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.

Rasulullah saw. juga bersabda, “Muslim mana pun yang memberi pakaian kepada muslim lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memakaikannya pakaian sutra hijau dari surga. Muslim mana pun yang memberi makan kepada muslim yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Dan muslim mana pun yang memberi minum kepada muslim yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minum dari khamar surga yang tertutup rapat.” (HR. Muslim).

Balasan di surga tentu tidak sama dengan kenikmatan di dunia. Semua itu merupakan kenikmatan abadi yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang gemar berbuat kebajikan.

Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa memberi makan kepada orang muslim yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makan dari buah-buahan surga.” (HR. Abu Nu’aim). Ini menegaskan bahwa setiap makanan yang diberikan dengan ikhlas akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda.

Memberi makan juga termasuk amalan yang dapat mengantarkan seseorang ke surga. Allah Swt. berfirman:

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.” (QS. al-Insan [76]: 8)

Demikian pula dalam firman-Nya:

“Atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. al-Balad [90]: 14–16)

Rasulullah saw. bersabda, “Sembahlah Allah Yang Maha Pengasih, berilah makan fakir miskin, sebarkanlah salam, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi). Dalam hadis lain beliau bersabda, “Hendaklah engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan, ketika ditanya tentang amalan Islam yang paling utama, Nabi saw. menjawab, “Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. juga menyebutkan bahwa di surga terdapat kamar-kamar indah yang bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Tempat itu Allah siapkan bagi orang yang gemar memberi makan, lembut tutur katanya, rajin berpuasa, dan menunaikan shalat malam ketika orang lain terlelap tidur (HR. Tirmidzi).

Alangkah beruntungnya orang yang gemar memberi makan kepada fakir miskin, anak yatim, tamu, dan keluarga; yang lembut dalam bertutur kata; serta rajin beribadah, baik di siang maupun malam hari. Mereka akan memperoleh balasan berupa kenikmatan surga yang tinggi dan mulia.

Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqamah membelanjakan harta di jalan Allah, gemar berbagi kepada yang membutuhkan, serta senantiasa mengharap rida-Nya. Wallahu a‘lam bish-shawab. (*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.