Oleh: K.H Drs. Firdaus M.Pd
(Ketua Lembaga Wakaf ZIS MUI Kab. Sumedang )
RADARSUMEDANG.id — BAGI yang shaum/puasa ada yang membatalkan shaum, ada yang merusak nilai pahala shaum, salah satu diantara yang merusak nilai pahala shaum ialah Ghibah. Ghibah artinya mengumpat atau menggunjing yaitu perbuatan atau tindakan yang membicarakan aib orang lain. Pada zaman modern sekarang ini perbuatan ghibah tidak hanya dilakukan dengan mulut saja, telunjuk tanganpun bisa bicara melalui social media, bahkan lebih dahsat orang yang menerima informasi yang salah atau aib orang lain dapat menyebarkan infonya lewat grup Whats App yang lain.
Artinya perbuatan tersebut melahirkan dosa yang berantai. Dalam Surat al-Ahzab (33) : 58 “Dan orang-orang yang menyakiti orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka itu telah memikul kebohongan dan yang nyata”. Firman Allah SWT. yang lain pada surat Al-Hujurat (49) :12 “Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan berburuk sangka (kecurigaan) karena sebagian dari berburuk sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang lain dan jangan menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu suka memakan daging Saudaranya yang sudah mati ? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
Pada saat kita sedang melakukan shaum/puasa, menahan lapar dan haus, juga harus menahan seluruh anggota tubuh kita daripada maksiat diantaranya berbuat ghibah, sebab akan merusak nilai ibadah puasa kita. Yang sangat dominan anggota badan cenderung melakukan maksiat ialah mulut berbicara ghibah dan jari jemari tangan yang lincah memainkan telunjuk memijit tombol Hand Phone padahal informasi yang diterima belum tentu benar terus di share kepada grup Whats App yang lain.
Pada hari akhir nanti dalam surat Yaasin ayat 65 “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. Seluruh dosa/maksiat dan seluruh amal waktu hidup di dunia semuanya pada hari akhir akan terungkap di hadapan Allah SWT.
Amal soleh akan mendapat balasan walaupun sekecil biji sawi, begitupun keburukan akan mendapat balasan setimpal sesuai kesalahannya/dosanya. Kita shaum/berpuasa bulan Romadhon, jika tidak dapat menahan apa-apa yang membatalkan puasa dan yang merusak nilai ibadah shaum kita kelak akan ada dampaknya di hari akhir nanti termasuk jika melakukan ghibah, maka nilai shaum kita akan hampa dari nilai ibadah, sebagaimana pernyataan Hadis Rasulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh Imam Ath Thabrani “Banyak orang yang berpuasa tidak memperoleh nilai shaumnya, kecuali lapar dan dahaga”. dengan berbuat ghibah dalam kondisi berpuasa, maka nilai ibadah puasanya tidak ada nilainya dan dialihkan pahalanya kepada orang yang digunjingnya mendapat PAHALA GRATIS tanpa melakukan sebuah amal manakala dia ikhlas dibicarakan orang lain.
Mari kita manfaatkan kesempatan Romadhon ini semakin baik nilai ibadah shaum kita dengan menahan seluruh apa-apa yang membatalkan puasa dan menahan seluruh anggota badan kita dari perbuatan maksiat yang merusak nilai ibadah shaum kita, sehingga harapan kita, Allah SWT menurunkan rahmat, barakah, dan ridloNya kepada kita aamiin.(*)






