RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Dinas Perhubungan Kota Bandung resmi membuka program Mudik Gratis Lebaran 2026 bagi warga Kota Bandung mulai 24 Februari 2026. Program disiapkan untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan biaya transportasi yang ditanggung pemerintah sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi saat arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Pendaftaran dilakukan secara langsung atau offline dan dipusatkan di kawasan JPO Asia Afrika. Sistem ini diterapkan guna memastikan proses verifikasi identitas peserta berjalan cepat serta tepat sasaran bagi warga yang benar-benar berdomisili di Kota Bandung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan program mudik gratis menjadi salah satu layanan publik yang paling ditunggu masyarakat setiap menjelang Lebaran karena mampu meringankan beban biaya perjalanan keluarga.
Rasdian menjelaskan syarat utama peserta adalah memiliki KTP Kota Bandung atau surat keterangan domisili yang menyatakan tinggal di wilayah Kota Bandung. Persyaratan tersebut diterapkan agar program benar-benar dinikmati warga lokal yang membutuhkan fasilitas transportasi mudik.
Rasdian mengungkapkan berdasarkan pengalaman pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat selalu tinggi. Bahkan kuota peserta biasanya langsung habis hanya dalam dua hingga tiga hari sejak pendaftaran dibuka.
“Masyarakat diimbau segera datang ke lokasi pendaftaran tanpa menunggu hari terakhir, lonjakan pendaftar dipastikan akan terjadi sejak hari pertama pembukaan karena keterbatasan jumlah kursi yang tersedia,” ujar Rasdian, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, untuk penyelenggaraan tahun ini, Dishub Kota Bandung menyiapkan kuota sekitar 250 orang pemudik. Jumlah yang disesuaikan dengan kesiapan armada serta aspek keselamatan perjalanan agar layanan tetap nyaman dan tertib.
Rasdian menyebutkan sejumlah kota tujuan telah disiapkan guna mengakomodasi kebutuhan warga yang ingin pulang ke berbagai daerah. Rute mudik mencakup wilayah Jawa Barat, Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya, Banjar, hingga Ciamis yang selama ini menjadi tujuan dominan pemudik asal Bandung.
Selain rute dalam provinsi, Rasdian mengatakan Dishub juga membuka perjalanan lintas provinsi menuju Yogyakarta melalui jalur utara maupun jalur selatan via Tasikmalaya dan Ciamis. Satu armada tambahan disiapkan khusus untuk melayani pemudik tujuan Surabaya.
“Rencananya, keberangkatan peserta Mudik Gratis akan dilaksanakan pada 17 Maret 2026. Prosesi pelepasan calon pemudik dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Bandung setelah mendapat konfirmasi resmi dari pimpinan,” ucapnya.
Rasdian menegaskan pelaksanaan mudik gratis bukan sekadar program bantuan transportasi, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi memicu kemacetan panjang saat musim mudik.
“Mudik gratis diupayakan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat, menggunakan armada resmi yang telah melalui pemeriksaan teknis, risiko kecelakaan akibat kendaraan tidak layak jalan dapat diminimalkan,” jelasnya.
Rasdian saat ini masih melakukan koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kota Bandung terkait detail teknis keberangkatan, pengaturan peserta, serta mekanisme pengawasan selama perjalanan berlangsung.
“Layanan mudik gratis dapat menjadi solusi transportasi yang inklusif, terutama bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah yang setiap tahun menghadapi lonjakan harga tiket menjelang Lebaran,” ungkapnya.
Rasdian kembali menegaskan masyarakat diminta menyiapkan dokumen administrasi sejak awal dan segera mendaftar karena kuota terbatas.
“Biasanya dua sampai tiga hari sudah penuh. Jadi warga sebaiknya langsung mendaftar agar tidak kehabisan kesempatan,” ujar Rasdian.(dsn)







