RADARSUMEDANG.ID – Sebanyak 12 orang praja IPDN akan mengakhiri kegiatan Bhakti Karya Praja (BKP) di Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan tersebut dimulai pada 6 Februari 2026 lalu.
Di Desa Naluk terdapat 12 praja yang semuanya merupakan mahasiswi IPDN ditugaskan BKP disana. Ketua Kelompok BKP Desa Naluk Praja IPDN, Siti Nur Azizah mengisahkan kesan dan pesan selama menjalankan tugasnya di desa setempat.
“Kesannya, selama menjalankan BKP di desa ini, saya merasa sangat bersyukur dapat berkontribusi langsung dalam program Desa Cantik. Saya belajar bahwa data bukan sekadar angka, melainkan pondasi utama bagi pemerintah desa untuk mengambil kebijakan yang tepat sasaran, mulai dari penyaluran bantuan sosial hingga pemetaan potensi ekonomi desa,” jelas Siti, baru-baru ini.
Sedangkan pesannya yaitu berharap semangat ‘Cinta Statistik’ tidak berhenti saat masa BKP berakhir. Pemanfaatan media sosial untuk penyebaran informasi di Desa Naluk sangat baik dan inspiratif. “Semoga aparatur desa terus konsisten melakukan pembaruan data secara mandiri agar profil desa tetap akurat dan relevan untuk perencanaan pembangunan di masa depan,” imbuh praja asal kontingen Provinsi Jabar itu.
Siti menjelaskan, salah satu tugas utamanya yaitu mengisi aplikasi e-office Desa dengan link https://e-officedesa.sumedangkab.go.id/admin/login. Manfaat aplikasi e-office Desa itu tujuannya untuk membantu BPS dalam program desa cinta statistik (Desa Cantik) dengan slogan “Dari Sumedang untuk Indonesia, Sumedang Satu Data untuk Satu Data Indonesia”.
“Melalui kegiatan BKP, praja dengan bimbingan para dosen diharapkan dapat mengabdikan ilmu dan praktek serta berinovasi untuk menunjang kelancaran pelaksanaan fungsi inovasi dalam pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan, dan pengembangan atau penguatan ekonomi kemasyarakatan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” ungkap Siti.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Naluk, E Kusnadi menyampaikan, atas nama Pemdes Naluk berterimakasih atas kehadiran para praja sepanjang menjalankan tugas BKP di wilayah administrasinya. “Dengan hadirnya adek-adek praja, kami terbantu terutama tentang ‘Desa Cantik’, walau waktu BKP ini cukup singkat,” ucap Kades.
Dia menilai hasil dari aplikasi e-office Desa memudahkan masyarakat luas umumnya dan Pemdes Naluk khususnya untuk mendapatkan informasi. “Langsung di-klik bisa muncul data. Maka pelihara data yang sudah ada yang sudah dihimpun oleh mereka,” tandasnya.
Seluruh data tersedia dalam aplikasi tadi merupakan gambaran yang sudah diinput langsung dari warga masyarakat. “Bisa diketahui berapa jumlah yang nganggur, total penduduk, pekerjaan warga, keadaan warga, yang sudah kerja dan lainnya. Sudah dimuat dan bisa diketahui lewat aplikasinya untuk Desa Naluk,” jelas Kusnadi. (tri)






