Bazar Murah Sesi II Pemkot Bandung Jaga Distribusi dan Stabilitas Harga Jelang Idulfitri

oleh
Warga memadati stan penjualan saat pelaksanaan Bazar Murah Utama sesi II di Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Kamis (5/3). Kegiatan yang digelar Pemkot Bandung, Disdagin, Perum Bulog, dan pelaku ritel menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau guna menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri.(Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung)

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) sesi II di Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Program Bazmut menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pangan warga.

Kegiatan bazar murah merupakan hasil kolaborasi kewilayahan bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Perum Bulog, serta pelaku ritel sembako. Sinergi lintas sektor difokuskan untuk memperkuat pasokan bahan pokok agar tetap tersedia dengan harga terjangkau di tingkat masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bazar murah bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan instrumen stabilisasi ekonomi daerah. Kota Bandung memiliki tantangan tersendiri karena bukan wilayah produsen pangan sehingga sangat bergantung pada kelancaran distribusi dari daerah pemasok.

Farhan menjelaskan keterlibatan perangkat kewilayahan, Disdagin, Bulog hingga jaringan ritel menjadi kunci dalam menjaga rantai pasok tetap berjalan. Upaya yang dilakukan agar masyarakat tidak terdampak gejolak harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Farhan menyebutkan secara umum kondisi harga pangan di Kota Bandung masih relatif terkendali. Pasokan beras dinilai mencukupi sehingga harga tetap stabil di pasaran. Situasi serupa juga terjadi pada komoditas protein hewani, daging sapi dan ayam yang masih berada dalam rentang harga normal.

“Stabilitas menjadi indikator distribusi logistik pangan berjalan baik. Pemkot terus melakukan pemantauan rutin bersama instansi terkait untuk memastikan tidak terjadi gangguan suplai di lapangan,” ujar Farhan, Kamis (5/3/2026).

Meski demikian, pemkot mencatat adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas tertentu. Telur ayam serta beberapa jenis sayuran, cabai dan bawang mengalami peningkatan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Farhan menegaskan kenaikan bukan disebabkan kelangkaan barang, melainkan karena lonjakan permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kondisi yang dinilai masih dalam batas wajar selama pasokan tetap tersedia.

Sementara itu, Sekretaris Disdagin Kota Bandung, Dedi Priadi Nugraha mengungkapkan cabai rawit menjadi komoditas yang saat ini mendapat perhatian khusus pemerintah. Kendati mengalami kenaikan harga, pihaknya optimistis situasi dapat segera terkendali melalui penguatan distribusi dan operasi pasar.

Dedi menambahkan beberapa bahan pangan lain, tahu dan bawang masih berada dalam kondisi pasokan aman dan harga relatif stabil. Disdagin terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna menjaga keseimbangan suplai dan permintaan.

Dari sisi cadangan pangan, Pemimpin Cabang Perum Bulog Bandung, Ashvile Nusa Pranata memastikan stok beras dalam kondisi aman. Saat ini Bulog menguasai cadangan sekitar 25 ribu ton beras yang terus bergerak mengikuti arus distribusi pasar.

“Stok bersifat dinamis karena terdapat aktivitas distribusi ke pasar tradisional, ritel modern, serta program stabilisasi harga pemerintah. Selain itu, Bulog juga masih aktif melakukan penyerapan gabah dari petani guna menjaga ketersediaan cadangan nasional,” ungkap Ashvile.

Di tingkat kewilayahan, Camat Regol, Sri Kurniasih menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan bazar murah cukup tinggi.

“Warga memanfaatkan kesempatan bazar untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih ekonomis dibandingkan harga pasar,” kata Sri.

Sri menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri ketika kebutuhan rumah tangga meningkat. Kehadiran bazar murah juga dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Sri menyebutkan sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58.000, beras premium 5 kilogram Rp72.000, gula putih Rp16.500 per kilogram, tepung terigu Rp8.500 per kilogram, Minyakita 2 liter Rp31.000, serta Minyakita satu dus Rp186.000.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan program bazar murah akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah, langkah preventif menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Hari Raya Idulfitri, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat perkotaan.(dsn)

No More Posts Available.

No more pages to load.