RADARSUMEDANG.id, BUAHDUA – Ratusan warga di Kecamatan Buahdua, rela mengantre panjang demi mendapatkan sembako murah, dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman kantor kecamatan, Jumat (6/3).
Sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam utuh, hingga gula pasir, ludes dibeli warga.
Meski sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, warga tetap tertib menunggu giliran untuk membeli kebutuhan pokok yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Dalam gerakan pangan murah kali ini, beras menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga. Sebagian besar masyarakat Kecamatan Buahdua yang berprofesi sebagai petani, mengaku telah dua kali mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus.
Seperti disampaikan, Dedeh, yang rela antre lebih dari setengah jam untuk membeli dua karung beras SPHP dengan harga Rp60 ribu per kemasan lima kilogram.
“Harganya lebih murah dari pasar. Tapi tadi antrenya kurang lebih setengah jam. Alhamdulillah masih puasa. Tadi beli juga beras kebagian yang harga Rp.60.000 (SPHP), beli dua karung. Padinya gagal panen dimakan tikus,” katanya.
Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang bersama Pemerintah Kecamatan Buahdua, dilakukan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam kegiatan itu, beras SPHP dijual dengan harga Rp60.000 per kemasan lima kilogram, sementara beras lokal Rp58.000 per kemasan.
Selain itu, minyak goreng dijual Rp14.500 per botol, telur ayam Rp27.500 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta daging ayam utuh Rp.36 ribu per ekor, serta paket sayuran dengan harga terjangkau.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Iwan Gustiawan, mengatakan, total terdapat 11 ton berbagai komoditas pangan yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
“Semuanya banyak diburu ya. Kami menyediakan totalitas 11 ton berbagai komoditas. Beras sekitar 7 ton lokal dan SPHP, telur 500 kilogram, minyak goreng kita menyediakan 3.000 botol, juga gula pasir putih kurang lebih 250 kilogram,” katanya.
Camat Buahdua, Kiki Hakiki, menambahkan, melihat tingginya antusiasme masyarakat, kegiatan serupa rencananya akan kembali digelar guna membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini upaya kita semua mulai dari Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menstabilkan harga bahan pangan menjelang Idul Fitri. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di Kecamatan Buahdua untuk memenuhi kebutuhannya,” ujar Kiki.
Selain itu, Pemerintah Kecamatan Buahdua juga akan berupaya mencarikan solusi untuk mengatasi serangan hama tikus yang menyebabkan tanaman padi milik petani di wilayah Buahdua mengalami gagal panen.
“Kondisi gagal panen memang terjadi di banyak wilayah, tidak hanya di sini. Tentunya kami Pemerintah Kecamatan Buahdua akan mencarikan solusi dan berkoordinasi dengan dinas untuk penanganan hama tikus yang berdampak pada gagal panen padi petani,” tuturnya.(gun)





