RADARSUMEDANG.id, SUBANG – Petani di Kampung Cijere Hilir Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang, mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus. Bukan sekali ini, Gagal penen yang dialami petani ini sudah yang ketiga kalinya.
Akibat gagal panen berturut-turut para petani pun mengaku pasrah karena situasi ini terus berulang sejak tiga musim terakhir.Serangan pertama, dan ke dua kalinya masih sempat memanen padi walaupun hasilnya sedikit.
“Serangan ke tiga, tambah parah. Padi yang masih hijau habis digerogoti. Padi tidak sempat menguning apa lagi berbuah, karena padinya mati. Para petani lain juga sama merasakan dampak serangan hama tikus, ” ujar Jenal, saat ditemui , Jumat (6/3)
Jenal mengaku serangan hama tikus ini terjadi ketika petani baru masuk musim tanam. Tikus, kata Jenal menyerang batang padi sehingga tumbuh tidak sempurna dan tidak bisa berbuah.
“Tanaman padi yang sebetulnya siap panen ini rusak akibat diserang hama tikus sejak mulai musim tanam hingga tiga bulan terakhir ketika kami mau panen,” terang Jenal sambil menunjuk batang padi yang mulai mengering karena serangan hama tikus.
Akibat serangan hama tikus ini, petani di Kampung Cijere Hilir mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
“Ya jelas petani merugi, apa lagi gagal panen tiga kali berturut -turut. Satu petani aja kerugianya bisa belasan hingga puluhan juta, ” kata petani lainnya , Siti Rohmah.
Kini para petani berharap agar pemerintah serius membantu petani untuk memerangi hama tikus yang hampir tiap tahun terjadi ini.
“Petani sudah berusaha maksimal untuk mengusir hama tikus dengan berbagai cara tapi tetap gagal. Saat ini harapan kami hanya pemerintah,semoga bisa membantu kami membasmi hama tikus,” harapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi tanaman padi di areal persawahan di Kampung Cijere Hilir, Desa Tenjolaya ini terlihat memprihatinkan.Bukan hanya batang padi terlihat kering, bulir padi hampa, dan sebagian besar tanaman roboh, bahkan sebagian areal pesawahan ditumbuhi rumput liar (Anr)





