Kios Nanas Jalur Wisata Jalancagak Subang Sepi, Stok Minim dan Harga Melonjak Jadi Penyebab

oleh
Kios nanas di jalur wisata Jalancagak Subang tampak sepi aktivitas.

BERITA SINGKAT

  • Kios nanas di jalur wisata Jalancagak Subang tampak sepi aktivitas.
  • Dari 15 kios, hanya 2 pedagang yang masih bertahan.
  • Keterbatasan stok nanas karena belum musim panen jadi penyebab utama.
  • Harga nanas melonjak hingga Rp750 ribu per kuintal.
  • Kios sebelumnya dibangun Pemprov Jabar untuk relokasi pedagang.

SUBANG — Suasana lengang menyelimuti Kios Nanas yang sebelumnya digagas sebagai upaya penataan dan penguatan ekonomi pedagang lokal di jalur wisata Subang selatan. Lokasinya yang berada di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, kini tampak sepi dari aktivitas pedagang.

Berdasarkan pantauan pada Rabu (15/4/2026), dari total 15 kios yang tersedia, hanya dua pedagang yang masih bertahan berjualan. Sementara sisanya memilih tutup.

Diperoleh informasi, para pedagang memilih tidak berjualan karena ketersediaan nanas saat ini terbatas, lantaran belum memasuki musim panen.

Menurut salah satu pedagang, kondisi sepinya kios lebih disebabkan oleh faktor pasokan yang minim dibandingkan faktor lainnya.

“Bukan tanpa alasan ya. Memang kiosnya pada kosong, karena sekarang lagi susah nanasnya. Belum musim panen,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Selain keterbatasan stok, kenaikan harga nanas juga menjadi kendala tersendiri bagi para pedagang. Saat ini, harga nanas mencapai sekitar Rp750 ribu per kuintal, meningkat cukup signifikan dibandingkan harga normal.

“Kenaikan harga juga berpengaruh. Sekarang satu kuintal bisa sampai Rp750 ribu,” tambahnya.

Sebelumnya, setelah pembongkaran kios-kios ilegal di sepanjang Jalancagak–Ciater, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah merealisasikan pembangunan kembali kios bagi para pedagang terdampak. Salah satunya adalah 15 kios di Desa Tambakan tersebut.

Bangunan kios mengusung konsep estetik dan unik, dengan tampilan yang lebih tertata, seragam, serta menyatu dengan lanskap alam Jalancagak yang dikenal sebagai kawasan wisata unggulan di Jawa Barat.

Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan aktivitas perdagangan belum berjalan optimal akibat faktor musiman dan fluktuasi harga komoditas.

(Anr)

No More Posts Available.

No more pages to load.