RADARSUMEDANG.id, BUAHDUA–Sebuah rumah milik warga di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang yang terjadi pada Rabu sore, 19 Maret 2026.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian atap rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa pohon tumbang.
Camat Buahdua, Kiki Hakiki, mengatakan pihaknya bersama unsur pemerintah desa dan relawan langsung bergerak cepat melakukan penanganan pascakejadian.
“Pada tanggal 19 Maret 2026 sore hari, salah satu rumah warga di Cikurubuk mengalami kerusakan akibat angin kencang yang juga menyebabkan pohon tumbang,” kata Kiki kepada Radar Sumedang saat meninjau lokasi rumah terdampak, Rabu (25/3/2026).
Adapun, sehari setelah kejadian, masyarakat bersama aparatur desa bahu-membahu melakukan perbaikan rumah milik warga terdampak, yakni Ibu Ahnah.
Upaya gotong royong tersebut turut melibatkan perangkat desa, kepala dusun, serta relawan dari PMI Kecamatan Buahdua.
“Hari ini kami bersama Pak Kadus dan PMI Kecamatan Buahdua mengunjungi langsung Ibu Ahnah. Alhamdulillah, sejak tanggal 20 Maret masyarakat dan aparatur desa sudah bergerak memperbaiki rumah yang terdampak,” ujarnya.
Kiki juga mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang yang dinilai sangat membantu proses pemulihan rumah warga.
“Terima kasih atas atensi dan bantuan dari pemerintah daerah, sehingga rumah Ibu Ahnah sudah bisa diperbaiki dan kembali layak dihuni,” ucapnya.
Ia menilai, penanganan cepat ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang tengah tertimpa musibah. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, hingga relawan menjadi kunci dalam percepatan penanganan bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah peka terhadap kondisi di lingkungan. Ini merupakan hasil kolaborasi bersama. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Kiki juga meminta pihak pemerintah desa setempat untuk terus memantau proses perbaikan hingga tuntas, guna memastikan rumah tersebut benar-benar kembali aman dan nyaman untuk dihuni.
“Pada saat itu warga sekitar mengaku turut prihatin atas musibah yang dialami korban, namun bersyukur karena proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat melalui gotong royong,” jelas Kiki. (jim)







