BERITA SINGKAT
- Dua ruas jalan di Sumedang dapat bantuan perbaikan dari program IJD 2026.
- Ruas Ujungjaya–Conggeang kini sudah mencapai progres 60 persen.
- Perbaikan menggunakan konstruksi rigid beton agar lebih kuat dan tahan lama.
- Anggaran bantuan dari pusat mencapai Rp19 miliar.
- Proyek ditargetkan selesai Juni 2026 untuk menunjang arus logistik dan ekonomi.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan dua ruas jalan di Kabupaten Sumedang, yakni Ujungjaya–Conggeang dan Burujul–Sanca, mendapatkan bantuan perbaikan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Bupati Dony di sela peninjauan lokasi pekerjaan perbaikan jalan yang sebagian berada di bawah Jalan Tol Cisumdawu.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, terdapat 3.136 usulan proyek jalan daerah dari 531 pemerintah daerah di Indonesia, termasuk dua ruas jalan di Sumedang.
“Perbaikan ruas Jalan Conggeang–Ujungjaya sudah mencapai 60 persen. Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Ujungjaya dan Conggeang ini merupakan jalur transportasi orang dan barang yang cukup padat, sehingga dilakukan pengecoran beton,” kata Dony dalam keterangan persnya, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, proses perbaikan dilakukan secara bertahap mengingat metode rigid beton membutuhkan waktu serta paparan sinar matahari yang cukup untuk proses pengeringan.
“Perbaikan dengan beton dilakukan bertahap dalam pengecorannya. Terima kasih atas dukungan dan pengertian masyarakat selama pelaksanaan pekerjaan. Doakan agar lancar dan tahan lama sehingga arus orang dan barang juga semakin lancar,” ujarnya.
Sebelumnya, ruas jalan ini diajukan oleh Pemerintah Daerah Sumedang melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) ke pemerintah pusat, mengingat kondisi jalan yang kerap dikeluhkan pengguna.
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BP2JN) DKI-Jabar mengalokasikan bantuan sebesar Rp19 miliar untuk perbaikan jalan tersebut.
Dony menambahkan, perbaikan sempat terhenti karena ruas jalan tersebut digunakan sebagai jalur logistik proyek strategis nasional (PSN) Tol Cisumdawu.
Adapun perbaikan jalan sepanjang 2,8 kilometer ini menggunakan konstruksi rigid beton dengan ketebalan 27 sentimeter, sehingga diharapkan lebih kokoh dan mampu dilalui kendaraan berat seperti dump truk.
“Jalur ini sangat penting karena digunakan untuk membawa hasil bumi serta distribusi produk UMKM dari wilayah Conggeang dan sekitarnya,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan pekerjaan rampung pada Juni 2026. Bupati Dony juga meminta seluruh pihak, termasuk Forkopimcam, Polsek, Koramil, dan pemerintah desa, untuk menjaga kelancaran proyek dari potensi gangguan.
“Jangan sampai ada oknum yang mengganggu pekerjaan. Semua pihak harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelancaran pembangunan ini,” pungkasnya.
(jim)







