- Hujan deras picu longsor susulan di Desa Margalaksana, Sumedang Selatan.
- Material longsor menutup jalan kabupaten dan memutus akses antarwilayah.
- Jalur penghubung Pasanggrahan Baru–Margalaksana sempat lumpuh total.
- Tim gabungan lakukan evakuasi dengan bantuan alat berat.
- Akses jalan kembali terbuka setelah lebih dari 12 jam penanganan.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sumedang sejak Kamis siang menyebabkan tebing setinggi 20 meter di Desa Margalaksana, Kecamatan Sumedang Selatan, kembali longsor pada Jumat (3/4) dini hari. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup jalan kabupaten dan memutus akses penghubung antarwilayah.
Peristiwa longsor terjadi di Dusun Lebakhuni, Desa Margalaksana, setelah hujan deras berlangsung berjam-jam. Akibatnya, jalan penghubung Kelurahan Pasanggrahan Baru dengan Desa Margalaksana tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.
Material longsor yang menutup seluruh badan jalan membuat aktivitas masyarakat terganggu. Akses menuju Desa Margalaksana dan Desa Mekarrahayu pun sempat terputus total.
Salah seorang pengguna jalan, Putri Nurasia, mengaku memilih tidak melintas di jalur tersebut karena kondisi medan yang berbahaya.
“Ini mau kerja ke tempat wisata. Tapi saya memilih putar balik, tidak berani lewat jalur lain karena medannya terjal dan berisiko. Jadi nunggu jalan terbuka saja,” kata Putri.
Pembersihan jalan dari material longsor dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, aparatur Desa Margalaksana, serta masyarakat sekitar.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang meninjau langsung ke lokasi kejadian, menjelaskan bahwa longsor tersebut merupakan kejadian susulan setelah sebelumnya terjadi pergerakan tanah pada Kamis malam.
“Ini longsor susulan akibat curah hujan yang tinggi. Tebing dengan tinggi sekitar 20 meter dan panjang 15 meter, karena intensitas hujan yang tinggi,” kata Dony.
Melalui BPBD, pemerintah daerah segera melakukan penanganan dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan material tanah dan bebatuan besar yang menutup jalan.
Selama proses evakuasi, arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif melalui Cilipung Pasanggrahan Baru.
Setelah lebih dari 12 jam tertutup, akses jalan akhirnya mulai dapat dilalui kembali pada Jumat siang.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun.
“Kami minta warga tidak melintas di lokasi rawan longsor jika hujan kembali terjadi,” imbuhnya.
Bupati juga menyampaikan, selain Margalaksana, longsor turut menerjang Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede di Blok Burujul Desa Jemah, serta Desa Kadujaya.
Penanganan longsor di jalan lingkar dilakukan dengan berkoordinasi bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung.
“Karena Jalan Lingkar Timur Jatigede itu kewenangannya BBWS, dan saya sudah instruksikan juga Camat Jatigede untuk memantau langsung. Alat berat dikerahkan, termasuk yang di Kadujaya, saya instruksikan agar utamakan keselamatan masyarakat, dan akses cepat terbuka,” ucapnya.
(gun)







