Enam Tim SMAIT Insan Sejahtera Sumedang Lolos OPSI 2026 Tingkat Nasional

oleh
Ilustrasi gambar (Generate AI)

RADARSUMEDANG.id, KOTA — SMAIT Insan Sejahtera kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Sebanyak enam tim siswa dinyatakan lolos dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2026 setelah berhasil melewati tahap reviu proposal penelitian.

Berdasarkan materi flyer yang dirilis sekolah, keenam tim tersebut terdiri dari berbagai bidang kajian, mulai dari Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH), Matematika, Sains, dan Teknologi (MST), hingga Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR). Mereka dinyatakan lolos seleksi administrasi dan substansi proposal, serta berhak melanjutkan ke tahap penelitian.

Berikut enam tim siswa yang lolos proposal penelitian OPSI:

  1. Kelas XI.3 (ISH) : Haifa Aura Maulida & Febyanti Noer Fitri
    Judul: Dampak Fear of Judgement terhadap Preferensi Remaja dalam Mencari Dukungan Emosional melalui Kecerdasan Buatan
  2. Kelas XI.3 (ISH) : Kirana Fadilah & Aldie Barkah P
    Judul: Analisis Hubungan Hustle Culture terhadap Tingkat Burnout pada Generasi Z di Kabupaten Sumedang
  3. Kelas XI.1 (MST) : Ersa Filanisa & Nailah Wafa Ayudia H
    Judul: Analisis Kapasitas Antioksidan dan Bioavailabilitas Nutrisi pada Ubi Cilembu (Ipomoea batatas L.) sebagai Produk Minuman Probiotik
  4. Kelas X.1 (MST) : Irsyad Ikramuddin Wafi & Fabian Ramadhitya K
    Judul: Analisis Komparatif Kinerja Biosterator EM4 dan Ragi Tape dalam Proses Metagenesis Produksi Eco-Metan sebagai Produk Energi Berkelanjutan
  5. Kelas X.2 & X.1 (FTR) : Kai Dzikri Safaat (X.2) & Rakha Atha Raditya (X.1)
    Judul: Rekayasa Sistem Irigasi Pintar (Smart Irrigation) Berbasis Sensor Kelembapan Tanah untuk Optimalisasi dan Stabilitas Budi Daya Tanaman
  6. Kelas X.1 (MST) : Athaya Alifia Irawan & Ainal Nurjabal Roisa
    Judul: BOAT: Sintesis Biosorben Dioptimalkan dari Okara Limbah Industri Tahu Sumedang dengan Metode Alkali-Assisted Ultrasonication untuk Reduksi Kadar Amonia Limbah Cair Tahu

Kepala SMAIT Insan Sejahtera, Hamidan, S.Si, Gr menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para siswa. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa, pembimbing, serta dukungan penuh dari sekolah.

“Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa siswa kami mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang penelitian. Kami berharap mereka dapat melangkah lebih jauh hingga tahap final,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, Hj Yani Citraeni, SE, M.Pd menegaskan bahwa prestasi ini sejalan dengan visi yayasan dalam mencetak generasi unggul yang berprestasi dan berdaya saing global.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam ajang penelitian seperti OPSI sangat penting untuk membangun pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif. “Kami terus mendorong siswa untuk berani meneliti dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Tentang OPSI 2026

Ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini merupakan kompetisi bergengsi bagi siswa SMP dan SMA/sederajat di seluruh Indonesia. OPSI berfokus pada pengembangan riset, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis.

Mengusung tema “Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi”, OPSI 2026 bertujuan mendorong peserta didik menghasilkan gagasan kreatif yang mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat. Selain itu, ajang ini juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi sains, numerasi, dan membaca, sejalan dengan standar global seperti PISA.

Berdasarkan panduan resmi Pusat Prestasi Nasional, tahapan OPSI meliputi:

  • Sosialisasi dan pendampingan
  • Pendaftaran serta pengunggahan proposal
  • Seleksi administrasi dan reviu substansi proposal
  • Pelaksanaan penelitian dan penyusunan laporan
  • Final dan presentasi tingkat nasional

Menariknya, OPSI dilaksanakan langsung pada tingkat nasional tanpa melalui seleksi berjenjang daerah.

Saat ini, OPSI 2026 telah memasuki tahap pengumuman hasil reviu proposal. Peserta yang lolos, termasuk enam tim dari SMAIT Insan Sejahtera, akan melanjutkan ke tahap penelitian sebelum akhirnya bersaing di babak final.

Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi SMAIT Insan Sejahtera dalam memperkuat budaya riset di kalangan siswa sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkualitas di Indonesia.(rik)

No More Posts Available.

No more pages to load.