Mentari Homeschooling Sumedang Buka Pendaftaran 2026/2027, Tawarkan Sistem Belajar Fleksibel dan Personal untuk Siswa

oleh
Pimpinan Yayasan Pendidikan Radiva Akram, Rossy Mardianti bersama Kepala Sekolah, Ari Firman disela launching Mentari Homeschooling, Sabtu 18 April 2026.

RADARSUMEDANG.ID — Lembaga Pendidikan Mentari Home Schooling siap menerima peserta didik baru pada tahun ajaran baru 2026-2027 atau Juli 2026 mendatang.

Yang mana lembaga pendidikan baru ini resmi hadir sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Radiva Akram dan masih satu grup dengan Mentari Preschool, Mentari Learning Center dan Little Sun Multisensory Academy.

Ketua Yayasan Pendidikan Radiva Akram, Rossy Mardianti mengatakan, kehadiran Mentari Homeschooling menjadi solusi pendidikan yang adaptif bagi keluarga yang menginginkan proses belajar lebih personal, nyaman, dan sesuai kebutuhan anak.

Yang mana kata Rossy, dengan pendekatan pembelajaran individual, setiap peserta didik akan mendapatkan pendampingan sesuai kemampuan, minat, serta gaya belajar masing-masing.

“Tentunya latar belakang kami mendirikan lembaga ini, kami meyakini bahwa setiap anak memiliki keunikan dan cara terbaiknya sendiri untuk berkembang,” kata Rossy kepada Radar Sumedang di Jalan Pangeran Suriaatmadja, Sumedang Selatan, Sabtu 18 April 2026.

Berbeda dengan lembaga pendidikan yang telah dibuka sebelumnya, Mentari Homeschooling akan menawarkan sistem pembelajaran individual, fleksibel, dan berfokus pada potensi setiap peserta didik.

Yang mana kata Rossy, pihaknya menawarkan sistem pembelajaran individual, fleksibel, dan berfokus pada potensi setiap peserta didik.

Selain pembelajaran akademik, Mentari Homeschooling juga menghadirkan berbagai program unggulan yang dirancang untuk membekali peserta didik dengan keterampilan penting di era modern. Diantaranya Literasi untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami informasi, serta berpikir kritis.

“Numerasi guna memperkuat kemampuan logika dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Agrobisnis mengenalkan dunia pertanian modern, kemandirian, dan peluang usaha berbasis alam,” ujarnya.

“Adapun untuk entrepreneur membangun jiwa kreatif, kepemimpinan, dan kemampuan berwirausaha sejak dini, serta digitalisasi yang membekali peserta didik dengan pemahaman teknologi dan keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya lagi.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah Mentari Schooling, Arif Firman menjelaskan, dengan lingkungan belajar yang positif dan metode yang fleksibel, Mentari Homeschooling diharapkan dapat menjadi pilihan pendidikan nonformal yang berkualitas serta mampu mencetak generasi pembelajar yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Adapun Lembaga ini merupakan pendidikan non formal atau kesetaraan yang setara dengan sekolah formal. Hanya saja pihak sekolah mempunyai kewenangan untuk memodifikasi kurikulum dari Dinas Pendidikan sesuai dengan kebutuhan anak.

“Bagi yang ingin bersekolah di kami harus pilih salah satu apakah mau pendidikan formal seperti pada umumnya SD, SMP, SMA. Nanti di ijazah juga sama kemudian ada dapodik,”

Namun untuk sementara, pihaknya baru akan operasional pada tahun ajaran baru Juli 2026 mendatang sehingga untuk saat ini pihaknya hanya mengenalkan salah satu lembaga baru dibawah yayasan.

“Meskipun baru dikenalkan, alhamdulilah sudah ada 6 calon siswa yang waiting list dan untuk tahun depan ada 3 calon siswa,” jelas Arif. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.