BERITA SINGKAT
- Bulog Subang kebut penyaluran bantuan pangan Februari–Maret 2026.
- Distribusi beras dan minyak goreng ditargetkan rampung akhir Mei.
- Stok beras di gudang Bulog Subang mencapai 70.339 ton.
- Sebagian stok disalurkan ke luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan.
- Bulog siap lakukan operasi pasar jika terjadi lonjakan harga.
RADARSUMEDANG.id, SUBANG – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Subang mempercepat penyaluran bantuan pangan (banpang) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret 2026. Distribusi tersebut ditargetkan rampung secara serentak pada akhir Mei mendatang.
Pimpinan KC Bulog Subang, Laswenri memastikan pihaknya terus mengoptimalkan proses distribusi di lapangan agar bantuan segera diterima oleh masyarakat yang berhak atau Penerima Bantuan Pangan (PBP).
“Penyaluran Banpang alokasi Februari–Maret 2026, kita targetkan selesai di akhir bulan Mei,” ujar Laswenri, Selasa (28/4/2026).
Terkait kelanjutan program bantuan pangan untuk bulan berikutnya, Laswenri menyebut pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat.
“Penugasan untuk penyaluran Banpang selanjutnya? Kami masih menunggu dari pusat,” tambahnya.
Di sisi lain, ia menyampaikan kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Subang dalam keadaan sangat aman. Hal ini didukung oleh stok beras di gudang Bulog Subang yang mencapai sekitar 70.339 ton.
Menariknya, stok besar tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan distribusi pangan nasional ke luar Pulau Jawa.
“Sebagian stok telah didistribusikan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan, antara lain ke Sumatera dan Kalimantan, sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pasokan pangan nasional,” jelasnya.
Meski harga beras di pasaran relatif stabil, Bulog Subang tetap bersiaga melakukan intervensi pasar jika diperlukan. Bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Subang, Bulog terus menggulirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Laswenri menegaskan, koordinasi dengan Pemda terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Jika terjadi lonjakan harga sewaktu-waktu, Bulog dipastikan siap melayani permintaan pelaksanaan GPM di berbagai titik untuk menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya.
(Anr)







