RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Di tengah kesibukannya mengelola Persib Bandung, Manajer Persib H. Umuh Muchtar juga mengembangkan usaha di bidang kuliner. Salah satu bisnis yang digelutinya adalah rumah makan seafood Bahagia Hemat (Bahe) 54 yang berlokasi di Jalan Raya Bandung-Cirebon, tepatnya di kawasan Tunturunan, Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Rumah makan tersebut menjadi salah satu tujuan favorit pencinta kuliner, terutama penggemar hidangan laut. Selain menawarkan berbagai menu seafood, Bahe 54 memiliki cara penyajian yang unik. Ikan laut, kerang, dan berbagai hidangan yang telah dimasak langsung disajikan dengan ditumpahkan di atas meja makan konsumen, sehingga menghadirkan pengalaman makan yang berbeda.
H. Umuh mengungkapkan, bisnis kuliner tersebut bermula tanpa sengaja saat dirinya menghadiri peresmian jembatan penghubung Kabupaten Sumedang dan Majalengka pada 2021. Seusai kegiatan, ia diajak makan siang di rumah makan Bahe yang berada di wilayah Majalengka.
“Saya membangun jembatan di sana. Setelah peresmian makan di Bahe dan ternyata ketagihan. Sejak itu setiap ke Majalengka selalu menyempatkan mampir ke Bahe,” ujar Umuh. Sabtu (06/06).
Ketertarikannya terhadap konsep dan cita rasa makanan yang ditawarkan membuatnya menjalin komunikasi dengan pemilik Bahe Majalengka. Saat pemilik berencana membuka cabang di wilayah Bandung dan sekitarnya, Umuh menawarkan lokasi miliknya di Tanjungsari.
Menurutnya, bangunan yang kini digunakan sebagai Bahe 54 sebelumnya merupakan rumah makan Sunda Tetenong. Setelah dilakukan penyesuaian, lokasi tersebut dinilai sangat cocok untuk usaha kuliner seafood yang saat itu masih tergolong langka di kawasan Tanjungsari.
“Kebetulan saya punya tempat di Tanjungsari yang sebelumnya digunakan untuk rumah makan Tetenong. Setelah melihat konsep Bahe, ternyata sangat cocok diterapkan di sini,” katanya.
Sejak dibuka, kata ia, Bahe 54 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pengunjung terus berdatangan, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Bahkan, banyak tamu penting yang diajak Umuh untuk menikmati hidangan di tempat tersebut.
“Kalau ada pejabat atau tamu datang ke rumah, saya sering mengajak makan di sini. Banyak yang akhirnya ketagihan karena rasanya enak dan konsepnya berbeda,” tuturnya.
Tak hanya menjadi destinasi kuliner, Bahe 54 juga kerap dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul para pemain Persib Bandung.
Umuh mengaku sering mengajak skuad Maung Bandung makan bersama di lokasi tersebut untuk mempererat hubungan emosional antarpemain dan manajemen.
“Setiap ada acara, pemain Persib saya ajak makan ke sini. Bahkan setelah Persib juara, seluruh pemain berkumpul dan makan bersama di Bahe 54,” ujarnya.
Menurut Umuh, kebersamaan di luar lapangan memiliki peran penting dalam membangun kekompakan tim. Ia menilai suasana kekeluargaan yang terjalin di Bahe 54 turut menjadi salah satu faktor yang memperkuat chemistry para pemain.
“Selain tempat makan, Bahe 54 menjadi sarana mempererat hubungan emosional para pemain. Kekompakan itu penting, dan Alhamdulillah Persib bisa meraih hattrick juara,” pungkasnya. (tha)






