RADARSUMEDANG.id, KOTA – Tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi MA Plus Al Munir Sumedang. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, madrasah ini berhasil mengantarkan tiga lulusan terbaiknya, yakni Gara Rizky Almubarok, Aldi, dan Elva Maesaroh, untuk mengikuti program magang ke Jepang tahun 2026.
Ketiganya akan menjalani kontrak kerja dan magang selama lima tahun di Negeri Sakura setelah menyelesaikan pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang difasilitasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang selama 4 sampai 6 bulan.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MA Plus Al Munir. Di tengah persaingan yang semakin ketat, para siswa madrasah mampu membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas, kemampuan, dan daya saing yang tidak kalah dengan lulusan sekolah lainnya.
Kesempatan magang ke Jepang bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi menjadi gerbang menuju pengalaman internasional, pembentukan karakter, peningkatan keterampilan kerja, serta pembelajaran budaya yang akan memperkaya wawasan mereka.
Kepala MA Plus Al Munir Sumedang, H. Budiman, S.Pd., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian para siswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras siswa, dukungan orang tua, bimbingan guru, serta sinergi berbagai pihak yang peduli terhadap pengembangan generasi muda.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Ini adalah sejarah baru bagi MA Plus Al Munir Sumedang. Untuk pertama kalinya, tiga lulusan kami berhasil lolos program magang ke Jepang. Ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional apabila memiliki kemauan belajar, disiplin, dan semangat yang kuat,” ujarnya.
Budiman juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, yang telah memberikan dukungan nyata melalui fasilitasi program pelatihan bagi calon peserta magang ke Jepang.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang yang telah memfasilitasi para siswa melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Dukungan pembiayaan pelatihan selama kurang lebih empat hingga enam bulan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi siswa kami untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja internasional,” katanya.
Sementara itu, Guru Pembimbing MA Plus Al Munir Sumedang, Andri Sopian Sopandi, S.Pd., menjelaskan bahwa program magang ke Jepang tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
“Tujuan utama program ini adalah mengembangkan potensi siswa yang berwawasan internasional, meningkatkan kemampuan bahasa asing, membangun etos kerja yang profesional, serta membentuk jiwa entrepreneur. Harapannya, setelah kembali ke Indonesia nanti, mereka dapat menjadi generasi yang mandiri, produktif, dan mampu menciptakan peluang usaha maupun lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, ketiga siswa tersebut mengikuti Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Batch 4 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang. Kegiatan pembukaan pelatihan dilaksanakan pada 10 Juni 2026 di Aula Tampomas PPS Lantai 3 dan diikuti para peserta terpilih beserta orang tua/wali mereka. Prestasi lulusan MA Plus Al Munir tahun 2026 tidak hanya berhenti pada program magang ke Jepang.
Pada tahun yang sama, dua siswa berhasil diterima di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sementara lima siswa lainnya lolos berbagai program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), yaitu pelatihan Barista, Pastry, dan Forklift. Capaian ini menunjukkan bahwa lulusan MA Plus Al Munir memiliki banyak pilihan jalan sukses, baik melalui dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja profesional.(rik)







