RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Di tengah maraknya kasus judi online yang terus bermunculan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan instan. Salah satu bahaya terbesar dari perjudian, mekanisme yang membuat pemain merasa menang di awal, namun akhirnya terjebak dalam kerugian dan kecanduan.
Peringatan judi online disampaikan Farhan saat menanggapi fenomena judi online yang semakin mudah diakses melalui berbagai platform digital. Ia menilai perkembangan teknologi telah mengubah pola perjudian menjadi lebih masif dan sulit diawasi.
Farhan mengatakan saat ini hampir semua bentuk perjudian telah bertransformasi ke ranah digital. Dengan hanya bermodal telepon genggam dan koneksi internet, seseorang dapat mengakses berbagai jenis permainan taruhan tanpa harus datang ke lokasi tertentu.
“Kondisi itu, membuat risiko penyebaran judi online semakin luas karena menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kalangan muda hingga orang dewasa yang aktif menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Farhan, Jumat (12/6/2026).
Farhan menilai salah satu jenis perjudian yang kerap menjadi perhatian judi bola online. Popularitas pertandingan olahraga sering dimanfaatkan oleh penyelenggara judi untuk menarik minat masyarakat memasang taruhan dengan berbagai tawaran keuntungan yang menggiurkan.
“Kalau judi bola ini agak susah karena sudah masuk ke ranah judi online. Sekarang semuanya serba digital. Untuk itu, kami menyerahkan kepada pihak yang berwenang untuk memastikan jangan sampai masyarakat ataupun ASN terjebak dalam praktik judi online,” kata Farhan.
Farhan mengatakan persoalan utama dari perjudian bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga dampak psikologis yang dapat mengubah perilaku seseorang. Banyak pemain yang awalnya hanya mencoba-coba, namun akhirnya terus bermain karena terdorong rasa penasaran.
Farhan menjelaskan dalam banyak kasus, pemain kerap diberikan kemenangan pada tahap awal sehingga muncul keyakinan, perjudian dapat menjadi cara cepat memperoleh uang. Padahal, kondisi yang justru menjadi pintu masuk menuju ketergantungan.
Ketika mulai mengalami kekalahan, pemain biasanya berupaya mengembalikan uang yang hilang dengan terus memasang taruhan baru. Tanpa disadari, tindakannya membuat kerugian semakin besar dan sulit dikendalikan.
“Judi itu membuat kita ketagihan. Awalnya dibuat menang, lama-lama kalah terus, tetapi tetap bikin penasaran. Akhirnya orang terus bermain dan sulit berhenti,” ucapnya.
Farhan pun menuturkan kecanduan judi online tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan individu, tetapi juga berpotensi memicu masalah sosial dalam keluarga. Tidak sedikit kasus yang berujung pada konflik rumah tangga hingga persoalan ekonomi akibat kebiasaan berjudi.
Karena itu, Farhan menilai upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi dan peningkatan literasi digital. Masyarakat perlu memahami tidak ada keuntungan pasti dalam perjudian dan seluruh sistem permainan dirancang untuk menguntungkan penyelenggara.
Selain mengedukasi masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga terus memperkuat pengawasan di lingkungan pemerintahan, agar aparatur negara dapat menjadi contoh dalam mematuhi aturan dan menjauhi aktivitas yang merugikan.
Farhan menegaskan ASN yang terbukti terlibat dalam perjudian akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sikap tegas itu menjadi bagian dari upaya menjaga integritas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Farhan kembali mengajak warga Kota Bandung untuk tidak tergoda berbagai bentuk perjudian, baik konvensional maupun online.
“Menjauhi judi merupakan langkah penting untuk melindungi diri, menjaga kondisi ekonomi keluarga, dan menghindari dampak buruk yang dapat berlangsung dalam jangka panjang,” ujar Farhan.(dsn)





