RADARSUMEDANG.id, SOREANG – Ribuan warga di berbagai wilayah Kabupaten Bandung memadati jalan-jalan lingkungan dan pusat permukiman untuk mengikuti Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung serentak di 31 kecamatan itu menjadi simbol semangat hijrah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Di Kecamatan Soreang, peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias membawa obor sambil melantunkan salawat dan takbir. Suasana malam pergantian tahun Hijriah pun berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Salah seorang warga Soreang, Asep (45), mengatakan pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.
“Setiap tahun kami selalu ikut. Anak-anak jadi tahu makna Tahun Baru Islam dan bisa merasakan kebersamaan dengan warga lainnya. Semoga tradisi ini terus dilestarikan,” ujarnya, Senin (15/6).
Tradisi pawai obor telah lama menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam di Indonesia. Sejumlah kajian menyebutkan, kegiatan ini berkembang sebagai bentuk syiar Islam sekaligus simbol semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
“Di berbagai daerah, termasuk di tanah Sunda, tradisi pawai obor telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Cahaya obor dimaknai sebagai lambang cahaya iman yang menerangi perjalanan hidup umat Islam menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar dia.
Lebih lanjut, ujar dia selain menjadi media dakwah, pawai obor juga memiliki nilai sosial yang kuat karena melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam suasana kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi. Tradisi ini menjadi momentum refleksi diri untuk meninggalkan kebiasaan buruk serta menyongsong tahun baru dengan semangat perubahan dan perbaikan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Bandung bersama seluruh elemen masyarakat telah melaksanakan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh khidmat dan suka cita. Kemeriahan ini kian terasa dengan adanya Pawai Obor serentak yang digelar di 31 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung,” ujar Dadang Supriatna.
Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ajang refleksi diri dan penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bandung juga kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program insentif guru ngaji sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.
“Selain itu, bantuan kain kafan secara simbolis turut disalurkan melalui para camat, kepala desa, hingga Ketua MUI Desa se-Kabupaten Bandung,” ungkap dia. (kus)





