RADARSUMEDANG.ID – Setelah mengantongi ijin operasional, aktivitas Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Syababul Quran semakin meningkat baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Ijin operasional dari Kementerian Agama (Kemenag) Sumedang itu diterima MDTU Syababul Quran sejak 14 April 2026.
Kepala MDTU Syababul Quran, Mas Tesa Ulfa Hidayah mengisahkan bahwa lembaga yang dipimpinnya itu berdiri semenjak tahun 2020 lalu atau kisaran enam tahun silam. Baik sebelum maupun setelah mengantongi ijin operasional, para siswa yang belajar disana tidak dipungut biaya.
Lembaga MDTU Syababul Quran berada di bawah Yayasan Prabha Ilmi Sumedang berlokasi di Jalan 11 April, Tegalkalong, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. “Setelah punya legalitas, kegiatan hadroh dan kaligrafi serta bahasa Arab lebih optimal lagi. Dulu fokus tahsin dan tahfizh quran, sekarang kita fokuskan semuanya,” sebut Tesa pada Selasa, 23 Juni 2026.
Demikian pula dengan jumlah siswa saat sebelum mengantongi ijin operasional berjumlah antara 17 hingga 20 orang. Sedangkan setelah mengantongi ijin meningkat menjadi 33 orang. “Jumlah siswa juga sekarang juga sudah kita batasi, karena tempat terbatas,” ucapnya
Termasuk jumlah tenaga pengajar yang sebelumnya seorang dan sekarang setelah mengantongi legalitas menjadi tiga orang. “Antusias masyarakat juga meningkat ingin belajar disini. Sebelum itu kita tak bisa keluarkan ijazah, sekarang bisa karena sudah punya ijin,” sebut Tesa.
Dia menambahkan, setelah ijin operasional terbit lembaganya resmi bergabung dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tingkat Kecamatan Sumedang Utara. Sehingga pihaknya semakin banyak mengetahui berbagai informasi di antara sesama lembaga MDTU.
“Tentunya kami juga tambah semangat dalam kegiatan belajar mengajar, lebih tergarap dan lebih optimal untuk memudahkan hafalan pelajaran bagi murid-murid. Misalkan ada MHQ, maka kami lebih siap karena program unggulan kami tahfidz, hadroh, tahsin dan kaligrafi,” tutupnya. (tri)






