RADARSUMEDANG,id, PAMULIHAN – Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang tetap mampu menggelar perayaan Milangkala ke-44 desa dengan penuh khidmat, Senin (22/6) lalu.
Acara yang berlangsung sederhana itu justru menjadi simbol kuatnya gotong royong masyarakat.
Di balik kemeriahan itu, perayaan tersebut ternyata hampir batal digelar akibat minimnya anggaran desa. Namun, inisiatif perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan para Ketua RW yang patungan menjadi penyelamat terselenggaranya acara.
Kepala Desa Haurngombong, Dadang, mengaku tidak mengetahui rencana pelaksanaan Milangkala tersebut. Ia baru mengetahui saat acara sudah dipersiapkan.
“Pada hari Jumat, perangkat desa meminta saya tidak masuk kantor tanpa alasan jelas. Rupanya mereka bersama BPD dan para Ketua RW sedang menyiapkan agenda Milangkala ini secara diam-diam,” ujar Dadang saat sambutan.
Menurut Dadang, tahun ini pemerintah desa memang tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan seremonial karena adanya pemangkasan anggaran yang cukup signifikan.
“Tahun ini anggaran desa menyusut hingga tinggal 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk pembangunan fisik saja kami harus memutar otak, apalagi untuk acara seremonial,” katanya.
Meski begitu, semangat kebersamaan warga mampu menutupi segala keterbatasan. Tema yang diusung dalam peringatan tahun ini, Weweg Desana, Sauyunan Wargana, dinilai mencerminkan kondisi nyata masyarakat yang tetap solid menjaga kekompakan.
Selain perayaan, Milangkala ke-44 juga menjadi momentum penguatan identitas sejarah desa. Dadang mengungkapkan, pihaknya sempat kesulitan menelusuri dokumen resmi terkait awal berdirinya Desa Haurngombong.
“Saya sudah mencari ke berbagai dinas, tetapi tidak ditemukan data pasti mengenai sejarah desa ini,” tuturnya.
Berdasarkan dokumen pemekaran wilayah yang berhasil ditelusuri, Desa Haurngombong resmi berdiri mandiri pada 21 Juni 1982. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi desa.
Selama 44 tahun perjalanan, Desa Haurngombong telah dipimpin lima kepala desa, yakni H. Oyod Syamsudin (1984–1990), Aud Suhaya (1990–2002), Adang (2002–2013), H. Cecep Saepudin (2013–2019), dan Dadang (2020–sekarang).
Rangkaian acara ditutup dengan pemutaran film dokumenter pembangunan desa, penyerahan hasil bumi secara simbolis dari Ketua RW 04, serta pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng pertama diserahkan Dadang kepada Ketua BPD sebagai simbol sinergitas pemerintahan desa.
Dalam kesempatan itu, Dadang juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menyambut agenda besar tingkat kabupaten. Kecamatan Pamulihan akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Sumedang pada 7-9 Juli 2026.
“Saya berharap seluruh masyarakat mendukung penuh dan ikut berpartisipasi agar Pamulihan, khususnya Haurngombong, bisa menjadi tuan rumah yang baik dan sukses,” pungkasnya. (tha)







