RADARSUMEDANG.ID – Peternakan angsa di Jalan Raya Conggeang, Desa Conggeang Wetan, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang tergolong sukses. Peternakan yang dimulai sejak 2010 lalu hingga sekarang tetap eksis melayani permintaan para konsumen, baik yang membutuhkan angsa hidup maupun telurnya.
Lokasi ternak dimaksud berada di area Objek Wisata Wisma Tampomas. Owner Peternakan Angsa Syahrum (79) mengisahkan, awal mula usaha ternak itu berawal dari dikasih seekor angsa betina oleh tetangganya.
Sekitar dua tahun kemudian, dia sengaja membeli seekor angsa jantan untuk dikawinkan agar berkembang biak. “Awalnya yang betina dikasih. Kami cari jantannya satu atau dua tahun kemudian, dari sana mulai berkembang biak,” kenang Syahrum.
Diakui, selama beternak angsa tidak digeluti secara serius. Hal itu mengingat keterbatasan lahan dan kesibukan lainnya. “Paling banyak punya 40 ekor, karena banyak yang beli juga sampai datang dari Bandung dan Majalengka serta lainnya,” jelasnya.
Saat ini stok tersedia sekitar 30 ekor angsa. Syahrum menjual angsanya dengan harga Rp450 ribu sepasang. Sedangkan telurnya satu butir Rp50 ribu. “Telurnya tergolong langka, sehingga harganya segitu,” ucapnya.
Sebelumnya ternak itu dilepas di lahan luas area Objek Wisata Wisma Tampomas. Sekarang khusus ternak angsa di dalam kurungan 500 meter persegi menggunakan jala. (tri)





