RADARSUMEDANG.id, KOTA–Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-49 Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang akan digelar di Kecamatan Pamulihan pada 7–9 Juli mendatang hadir dengan konsep berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, MTQ kali ini mengusung konsep MTQ Terpadu yang dipadukan dengan berbagai pelayanan publik, pasar murah, serta bazar produk UMKM.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumedang, Saeful Amin mengatakan, konsep tersebut dihadirkan agar penyelenggaraan MTQ memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jadi masyarakat tidak hanya menyaksikan perlombaan MTQ, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai pelayanan publik yang kami siapkan, menikmati pasar murah, serta mengunjungi bazar UMKM,” kata Saeful Amin, Minggu (5/7).
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ Terpadu diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan, dengan harapan kehadiran MTQ juga ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Selain itu, pelaksanaan MTQ tahun ini juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap kafilah dari 26 kecamatan akan menyerahkan secara simbolis bibit tanaman keras maupun tanaman buah untuk ditanam di halaman masjid atau ruang terbuka hijau.
“Ini memang bersifat simbolis, tetapi kami berharap dapat menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Sumedang, H. Zenal Muttaqin mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 392 peserta telah terdaftar mengikuti MTQ ke-49 yang diikuti 26 kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang.
“Dari 26 kecamatan, panitia telah mencatat sebanyak 392 peserta. Jumlah ini masih berpeluang bertambah apabila masih ada kekurangan kuota dari masing-masing kafilah yang kemudian dilengkapi,” ucap Zenal.
Ia menjelaskan, MTQ tingkat kabupaten tahun ini mempertandingkan dua cabang utama, yakni Tilawah Al-Qur’an dan Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ).
Cabang Tilawah melombakan nomor Tartil Al-Qur’an putra dan putri, Tilawah golongan anak-anak, remaja, serta dewasa untuk putra maupun putri.
Sedangkan cabang MHQ melombakan golongan hafalan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, hingga 30 juz untuk kategori putra dan putri.
Untuk menjamin objektivitas penilaian, LPTQ Kabupaten Sumedang menyiapkan 45 orang dewan hakim yang berasal dari unsur pegawai Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, kalangan pesantren, serta qari dan qariah berprestasi.
“Peran dewan hakim sangat penting dalam menentukan hasil penilaian terhadap para peserta di seluruh nomor yang dipertandingkan,” terang Zenal.
Zenal menambahkan, seluruh dewan hakim akan mulai menjalani karantina pada 6 Juli 2026, dilanjutkan dengan pelantikan dan orientasi sebelum bertugas pada pembukaan MTQ sehari berikutnya.
Ia juga menegaskan, penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Sumedang merupakan bagian dari persiapan menghadapi MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Di sisi lain, Camat Pamulihan, Mamat Hadi menyatakan seluruh unsur di wilayahnya telah siap menyukseskan penyelenggaraan MTQ. Pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan.
“Pada prinsipnya semua pihak mendukung penuh agar pelaksanaan MTQ berjalan sukses. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan generasi yang berakhlakul karimah sekaligus mendukung terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Mamat menjelaskan, pelaksanaan MTQ akan dipusatkan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan wisata Pangjugjugan serta beberapa titik di tiga desa lainnya di Kecamatan Pamulihan.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, melainkan momentum membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, berkarakter, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita bersama-sama mendukung agar pelaksanaan MTQ ke-49 Tingkat Kabupaten Sumedang dapat berlangsung lancar dan sukses sesuai harapan,” jelas Mamat. (jim)






