Anton Charliyan Sebut Persib Dinilai Mampu Satukan Budaya

oleh

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Irjen Pol (Purn.) Dr. H. Anton Charliyan atau yang akrab disapa Abah Anton Charly, menilai Persib Bandung memiliki peran strategis sebagai pemersatu budaya di Jawa Barat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi bersama yang digelar di rumah H. Umuh Muchtar Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Dalam kesempatan itu, Abah Anton mengatakan Persib bukan sekadar klub sepak bola, tetapi telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sunda yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Menurutnya, identitas budaya Sunda dapat terus diperkenalkan melalui Persib tanpa mengurangi semangat persatuan.

Ia mengusulkan lahirnya gerakan Persib Berbudaya, salah satunya Bobotoh yang mendukung persib bermain di stadion mengenakan ikat kepala khas Sunda sebagai identitas budaya

“Kalau Persib berada di tanah Sunda, tidak ada salahnya identitas budaya Sunda ikut diperkenalkan. Lewat Persib, budaya Sunda bisa lebih dikenal luas,” ujarnya.

Abah Anton juga menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan komunitas Bobotoh Kasundaan sebagai wadah untuk mengenalkan nilai-nilai adat dan budaya Sunda kepada para pendukung Persib, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Sementara itu, Manager Persib Bandung sekaligus Dewan Pembina Majelis Adat Sunda, H. Umuh Muchtar, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Persib sebagai media mempererat persaudaraan antarsuku dan budaya.

“Saya sering mengatakan, ketika ada saudara-saudara dari Batak, Kalimantan, atau daerah lain datang ke Jawa Barat, mereka harus menghargai budaya yang ada di sini. Begitu juga kita wajib menghormati mereka,” kata Umuh. Selasa (21/07).

Ia menegaskan bahwa masyarakat Jawa Barat harus mampu merangkul seluruh suku yang hidup berdampingan di wilayah tersebut. Menurutnya, adat Sunda harus berjalan seiring dengan budaya lain sehingga tercipta kehidupan yang harmonis.

“Budaya Sunda harus mengajak adat lain yang ada di Jawa Barat untuk bersatu, karena di Jawa Barat bukan hanya ada masyarakat Sunda saja. Semua harus saling menghargai,” tuturnya.

Ia menambahkan, Persib selama ini selalu mengedepankan persatuan. Karena itu, apabila muncul perbedaan pendapat atau pihak yang kurang sejalan, menurutnya tidak perlu dimusuhi.

“Kalau ada yang kontra jangan dimusuhi, tetapi dirangkul,” tegasnya.

Umuh juga menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam politik praktis karena ingin menjaga Persib tetap menjadi milik semua kalangan.

“Saya tidak pernah berpartai politik karena Persib. Semua warna ada di Persib. Semua partai itu baik dan punya tujuan membangun Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap Majelis Adat Sunda di bawah kepemimpinan Abah Anton dapat menjadi ruang pemersatu seluruh adat dan budaya yang ada di Jawa Barat, sehingga semangat persatuan terus terjaga melalui olahraga, khususnya sepak bola. (tha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.