Dewan Golkar Sumedang Asep Kurnia Siap Kawal Penguatan Sarpras dan SDM Damkar

oleh
Petugas dari Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang saat melakukan penanganan kebakaran di salah satu gudang elektronik di wilayah kota.(For Radar Sumedang )

RADARSUMEDANG.id — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang Fraksi Partai Golkar, Asep Kurnia, kembali melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sumedang, Rabu (22/7).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penguatan kelembagaan, sarana prasarana, serta sumber daya manusia (SDM) di perangkat daerah yang baru berdiri sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Dalam kunjungan yang berlangsung di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Jalan Prabu Gajah Agung, Askur (sapaan akrabnya) mengatakan DPRD melalui Komisi I terus mengawal proses pengembangan dinas tersebut agar mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

“Dinas Pemadam Kebakaran ini merupakan SKPD yang sudah kami tetapkan di DPRD dan kini telah berjalan sekitar enam bulan. Alhamdulillah sudah terlihat perubahan, terutama dari sisi sarana dan prasarana yang semakin baik di bawah koordinasi kepala dinas beserta dua bidang yang ada,” ujar kata kepada Radar Sumedang didampingi Anggota Komisi I Fraksi PKS, dr. Iwan Nugraha.

Komisi I DPRD lanjut dia, akan terus memastikan kebutuhan peralatan penyelamatan dapat dipenuhi secara bertahap. Tidak hanya untuk penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan lainnya yang kini menjadi tugas Damkar.

“Kami mengawal agar sarana prasarana penyelamatan terus ditingkatkan, baik untuk evakuasi korban jiwa, penanganan hewan liar, maupun berbagai operasi rescue lainnya. Tahun 2026 dipastikan akan ada penambahan alat-alat penyelamatan, kemudian pada 2027 diharapkan peralatannya semakin lengkap,” ujarnya.

Selain peralatan, politisi Partai Golkar ini juga menilai penguatan SDM menjadi perhatian penting. Ke depan, Damkar Sumedang diharapkan memiliki jaringan relawan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran sehingga penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat.

“Yang paling penting jangan sampai ada lagi keluhan masyarakat karena petugas terkendala persoalan teknis. Kalau terlambat karena faktor jarak mungkin masih bisa dipahami, tetapi ketika ada laporan petugas harus langsung bergerak sesuai prosedur,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), petugas Damkar ditargetkan tiba di lokasi kejadian maksimal 15 menit setelah laporan diterima. Untuk memenuhi target tersebut, kondisi armada harus selalu prima, mulai dari mesin, ban kendaraan hingga ketersediaan bahan bakar.

“Jangan sampai mobil rusak atau bannya tidak layak. Solar juga harus selalu tersedia sehingga tidak ada lagi cerita petugas harus berutang ke SPBU atau bahkan menggadaikan KTP hanya untuk mengisi bahan bakar. Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ungkap Askur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang, Syarief Effendi Badar, mengatakan sejak berdiri sebagai SKPD tersendiri, pihaknya terus melakukan pembenahan baik dari sisi kompetensi personel maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Selama enam bulan ini seluruh SDM Damkar selalu termotivasi untuk menjadi lebih baik. Kami terus meningkatkan kompetensi personel agar mampu menangani berbagai jenis laporan yang masuk dari masyarakat,” katanya.

Menurut Syarief, tugas Damkar saat ini tidak lagi sebatas memadamkan kebakaran. Petugas juga rutin melakukan operasi penyelamatan atau rescue terhadap berbagai kejadian nonkebakaran.

“Laporan yang kami tangani sangat beragam, mulai dari kebakaran, evakuasi satwa liar yang masuk ke permukiman warga, penyelamatan orang yang terjepit benda-benda sehari-hari, hingga berbagai permintaan unik dari masyarakat,” ucap Syarief sambil tersenyum.

Bahkan, lanjut Syarief, tidak jarang petugas menerima laporan yang bersifat tidak biasa, seperti permintaan membuatkan ucapan ulang tahun.

Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan pelayanan secara humanis dengan memilah laporan yang benar-benar menjadi prioritas penanganan.

“Tentunya kami berharap dukungan DPRD terhadap penguatan anggaran, sarana prasarana, serta peningkatan kapasitas SDM dapat terus berlanjut sehingga kami bisa memberikan pelayanan yang semakin cepat, profesional, dan responsif kepada masyarakat,” katanya. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.