RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Fasilitas panic button di Kota Bandung terbukti paling banyak digunakan di kawasan Taman Palestina untuk melaporkan aksi copet hingga kecelakaan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan penambahan titik demi mempercepat penanganan keadaan darurat.
Pemkot Bandung terus memperkuat sistem keamanan ruang publik dengan mengandalkan fasilitas panic button yang terhubung langsung ke Bandung Command Center. Perangkat ini menjadi salah satu andalan untuk mempercepat penanganan tindak kriminal, kecelakaan, hingga kondisi darurat lainnya melalui respons terintegrasi dengan aparat terkait.
Keberadaan panic button dinilai mampu memangkas waktu pelaporan karena masyarakat hanya perlu menekan tombol yang tersedia di lokasi. Setelah itu, petugas di Bandung Command Center dapat langsung berkomunikasi dua arah dengan pelapor sekaligus meneruskan informasi kepada instansi yang berwenang.
Kepala Bidang Aplikasi Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Bandung, Yusuf Cahyadi mengatakan saat ini fasilitas panic button memang baru tersedia di dua titik, di Jalan Katamso dan Taman Palestina yang berada di kawasan Alun-Alun Bandung.
Yusuf mengungkapkan kedua titik lokasi dipilih karena menjadi kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi sehingga memiliki kebutuhan layanan darurat yang lebih besar. Dari dua lokasi, Taman Palestina tercatat menjadi titik yang paling sering digunakan warga.
“Titik yang paling aktif sampai sekarang berada di Taman Palestina. Masyarakat memanfaatkannya untuk melaporkan berbagai kondisi darurat yang terjadi di sekitar lokasi,” ujar Yusuf, Kamis (30/7/2026).
Yusuf mengatakan laporan yang paling banyak diterima melalui panic button berasal dari kasus kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminal jalanan, terutama aksi pencopetan. Tingginya mobilitas masyarakat di kawasan pusat kota membuat potensi kejadian semacam itu lebih sering terjadi.
Menurutnya, setiap laporan yang masuk melalui panic button akan diterima petugas Bandung Siaga 112 yang bertugas di Bandung Command Center. Setelah dilakukan verifikasi awal, laporan langsung diteruskan kepada organisasi perangkat daerah maupun instansi vertikal sesuai jenis kejadian yang dilaporkan.
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan untuk kasus kriminalitas koordinasi dilakukan secara langsung dengan layanan 110 Polrestabes Bandung. Kehadiran personel kepolisian di Bandung Command Center membuat proses penyampaian informasi dapat berlangsung lebih cepat sehingga penanganan di lapangan bisa segera dilakukan.
“Kalau berkaitan dengan tindak kejahatan, petugas Bandung Siaga 112 langsung berkoordinasi dengan rekan-rekan 110 dari Polrestabes Bandung yang juga berada di Command Center,” jelasnya.
Pemkot Bandung menilai sistem panic button cukup efektif mendukung keamanan kota, terutama di ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Integrasi antara teknologi dan koordinasi lintas instansi dinilai mampu mempercepat respons terhadap berbagai kondisi darurat,” katanya.
Meski demikian, Yusuf mengakui cakupan layanan panic button masih sangat terbatas karena baru tersedia di dua lokasi. Oleh sebab itu, Pemkot Bandung tengah mengkaji penambahan titik pemasangan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami sedang memikirkan penambahan lokasi panic button karena memang fasilitas ini terbukti cukup efektif membantu penanganan kondisi darurat,” ucapnya.
Yusuf menuturkan perangkat tidak hanya dimanfaatkan untuk melaporkan tindak kriminal maupun kecelakaan. Banyak warga, termasuk wisatawan, menggunakan fasilitas itu untuk meminta informasi lokasi, arah jalan, atau petunjuk menuju suatu tempat karena tersedia layanan komunikasi langsung dengan petugas.
Penggunaan panic button untuk meminta informasi menunjukkan masyarakat mulai mengenal fungsi perangkat sebagai sarana komunikasi cepat dengan Bandung Command Center. Meski begitu, Yusuf menegaskan fungsi utamanya tetap diperuntukkan bagi pelaporan keadaan darurat agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
Yusuf menambahkan evaluasi terhadap tingginya penggunaan di kawasan pusat kota dan rencana penambahan titik pemasangan, panic button dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat rasa aman masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan begal, pencopetan, serta berbagai bentuk kriminalitas jalanan di Kota Bandung.(dsn)





