RADARSUMEDANG.id, CIMALAKA – Aksi pencurian meneror warga Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Warga mengaku resah menyusul sejumlah rumah di lingkungan tersebut diduga menjadi sasaran pencurian.
Salah satu korban yakni Siti Juhariah. Rumahnya di Dusun Sukatani RT 04 RW 06 dibobol pencuri pada Rabu (5/8) sekitar pukul 12.20 WIB. Dalam kejadian tersebut, pelaku membawa kabur sejumlah perhiasan emas, logam mulia dan uang tunai dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.
Siti mengatakan, saat kejadian dirinya tengah bekerja. Sebelum meninggalkan rumah sekitar pukul 07.30 WIB, ia mengaku sudah memastikan seluruh pintu rumah terkunci dan digembok.
Ia kemudian pulang sebentar untuk mengantarkan anaknya yang hendak berganti pakaian sebelum berangkat mengaji. Saat tiba di rumah, anak Siti menjadi orang pertama yang masuk dan mendapati kondisi kamar sudah berantakan.
“Setelah cuci muka anak saya bilang, ‘Ibu kenapa kamar kok berantakan sekali, emang Ibu ngeberantakin?’ Saya jawab tidak. Pas saya masuk, semua sudah diobrak-abrik, barang-barang berharga sudah tidak ada semua,” kata Siti saat ditemui di rumahnya, Minggu (9/8).
Setelah diperiksa, lemari tempat menyimpan barang berharga juga telah dibongkar. Siti menduga pelaku masuk melalui jendela kamar bagian belakang dengan cara mencongkel menggunakan sebilah golok yang berada di sekitar lokasi.
Menurutnya, pelaku tampaknya hanya menyasar kamar tempat menyimpan barang berharga. Tidak seluruh bagian rumah terlihat digeledah.
Barang yang raib di antaranya dua keping logam mulia masing-masing 10 gram, empat keping masing-masing 5 gram dan tiga keping masing-masing 1 gram. Selain itu, sejumlah perhiasan emas dan uang tunai juga turut dibawa pelaku.
Jika dihitung berdasarkan perkiraan harga emas saat ini, total kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp400 juta.
Aksi pencurian tersebut semakin membuat warga sekitar waswas. Pasalnya, Siti menyebut sebelum rumahnya dibobol, terdapat pula informasi mengenai kejadian yang diduga berkaitan dengan pencurian di lingkungan sekitar.
“Katanya sekitar seminggu sebelumnya ada kejadian di rumah yang sebelah sana. Beberapa waktu sebelumnya juga ada tetangga yang hampir kemalingan, tetapi keburu ketahuan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat warga mulai meningkatkan kewaspadaan, terlebih rumah korban dibobol saat ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Siti sendiri sempat mencurigai adanya aktivitas seseorang yang mengantarkan paket ke rumahnya sekitar dua hari sebelum kejadian. Saat itu, terdapat informasi paket telah diterima meski dirinya mengaku tidak pernah menerima paket tersebut.
Setelah mengecek informasi pengiriman melalui aplikasi, ia menemukan foto lokasi pengantaran yang dinilai tidak biasa. Kendati demikian, Siti menegaskan hal tersebut baru sebatas kecurigaan dan belum dapat dikaitkan dengan aksi pencurian.
“Saya tidak mau suudzon. Hanya saja, waktu itu memang ada hal yang menurut saya agak aneh,” tuturnya.
Setelah mengetahui rumahnya dibobol, korban langsung melaporkan kejadian tersebut. Bhabinkamtibmas dan Babinsa kemudian mendatangi lokasi.
Polsek Cimalaka bersama tim Inafis Polres Sumedang juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari sejumlah petunjuk yang dapat membantu mengungkap pelaku.
Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Sumedang Polda Jawa Barat. Namun hingga Minggu (9/8/2026), korban mengaku belum memperoleh informasi mengenai identitas maupun keberadaan pelaku.
Minimnya kamera pengawas di sekitar lokasi juga diduga menjadi salah satu kendala dalam mengungkap aksi pencurian tersebut.
Siti berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku. Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan transaksi atau keberadaan barang emas yang diduga berkaitan dengan hasil pencurian.
“Semoga dengan bantuan semua pihak kasus ini bisa terungkap. Kalau barang saya bisa kembali, tentu sangat bersyukur, karena itu hasil jerih payah saya selama bertahun-tahun,” tuturnya. (gun)





