Sumedang Ngabatik 2026: 50 Pengrajin Batik Ikut Pelatihan, Siap Kembangkan Motif Khas Sumedang!

oleh
Pembukaan Pelatihan Sumedang Ngabatik 2026 di Asrama Haji Pusdai Islamic Center Sumedang, Jumat (14/8/2026).(For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id — Setelah sukses menggelar lomba desain batik Sumedang, pihak penyelenggara melanjutkan kegiatan pelatihan Membatik dalam rangkaian kegiatan Sumedang Ngabatik 2026 di Asrama Haji Pusdai Islamic Center Sumedang, Jumat (14/8/2026).

Ketua pelaksana Pelatihan Membatik sekaligus pengurus Galih Muda Berdaya (GMB) Kabupaten Sumedang, Cecep Yanyan, mengatakan kegiatan pelatihan merupakan salah satu rangkaian utama Sumedang Ngabatik 2026.

Menurutnya, terdapat tiga kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Sumedang Ngabatik 2026, yakni lomba desain motif batik, pelatihan membatik, dan lomba membatik.

Yang mana kata Cecep, untuk pelatihan membatik dilaksanakan tanggal 14 sampai 16 Agustus 2026. Terpantau sebanyak 50 orang, seluruhnya merupakan para pengrajin batik di wilayah Kabupaten Sumedang turut berpartisipasi.

Ia menjelaskan, para peserta nantinya diharapkan mampu mengembangkan kreativitas berdasarkan motif-motif yang telah dihasilkan dalam lomba desain batik. Selain mendapatkan keterampilan teknis, para peserta juga didorong untuk mengembangkan industri batik di daerahnya masing-masing.

“Harapan saya kepada para peserta, mereka benar-benar mengikuti kegiatan dengan maksimal dan menyerap semua ilmu yang diberikan oleh para pengajar, sehingga memiliki bekal untuk kegiatan membatik di daerahnya masing-masing atau di sanggar masing-masing,” kata Cecep.

Dewan Pakar Yayasan Batik Indonesia, Dr. H. Komaraudin Kudiya, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai batik. Mulai dari proses pembuatan hingga kemampuan membedakan batik dengan produk yang bukan batik.

Komaraudin yang telah hampir 30 tahun berkecimpung sebagai praktisi dan pengajar batik mengatakan, pengembangan batik di suatu daerah harus dibangun berdasarkan identitas dan potensi lokal.

Ia menyebut Sumedang telah memiliki identitas atau ikon batik yang dapat terus dikembangkan. Salah satu strategi yang menurutnya penting adalah memperluas penggunaan batik produksi Sumedang, termasuk mendorong agar batik tersebut dapat diserap oleh aparatur sipil negara (ASN).

“Sebagus dan seindah apa pun batik yang dibuat, kalau tidak ada yang membeli dan memakai, saya yakin dalam dua-tiga bulan bisa berhenti lagi,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, pengembangan batik Sumedang tidak cukup hanya pada aspek produksi, tetapi juga harus dibarengi strategi pemasaran dan perluasan pasar.

“Ada rencana untuk melibatkan para perajin batik Sumedang dalam kegiatan pembekalan dan promosi batik Jawa Barat yang akan digelar pada Oktober mendatang,” terang Komarudin.

Sementara Kepala Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang, H. Ayuh Hidayat, mengatakan pelatihan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan identitas batik khas Sumedang.

Sejauh ini ungkap Ayuh, Sumedang telah memiliki sejumlah desain dan motif batik khas. Namun, melalui kegiatan pelatihan dan berbagai rangkaian Sumedang Ngabatik 2026, peluang untuk melahirkan motif baru tetap terbuka.

“Harapannya kita bisa mempunyai desain atau motif batik yang betul-betul menjadi ciri khas Sumedang. Walaupun hari ini kita sudah mempunyai, dengan adanya pelatihan ini tidak menutup kemungkinan bisa menambah koleksi batik khas Sumedang,” tuturnya.

Selain pengembangan motif dan keterampilan perajin, pihaknya juga berkomitmen membantu membuka akses pemasaran bagi produk batik Sumedang.

Lebih jauh Ayuh menyampaikan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan monitoring dan evaluasi serta identifikasi, terhadap berbagai potensi yang dimiliki koperasi di Kabupaten Sumedang. Termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha dan pemasaran produk lokal.

“Kita siap membantu pemasaran. Kita akan bekerja sama dengan koperasi yang ada di Kabupaten Sumedang. Kemudian dari membatik ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak motif batik yang merepresentasikan sejarah, budaya, alam, dan kearifan lokal Sumedang, sekaligus memperluas pasar batik Sumedang hingga tingkat regional dan nasional,” pungkas Ayuh. (jim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.