Subuh Berjamaah di Masjid Besar Tegal Kalong, Bupati Dony Ajak Warga Bangkit dan Perkuat Kepedulian Sosial

oleh

RADARSUMEDANG.id — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Besar Tegal Kalong, Kecamatan Sumedang Utara, Rabu (19/8/2026).

Salat Subuh berjamaah tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sumedang Membumi, sebuah upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mendekatkan pelayanan publik agar hadir dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Selain dilaksanakan di Kecamatan Sumedang Utara, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di dua titik lainnya, yakni Kecamatan Ujungjaya, dan Jatinangor.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony menyampaikan bahwa salat Subuh berjamaah tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga sarana melatih kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Subuh bukan hanya sekadar waktu, tetapi simbol kebangkitan. Orang yang mampu bangun di waktu Subuh adalah orang yang siap untuk bangkit dalam kehidupannya,” ujar Dony.

Menurutnya, kekuatan seseorang tidak hanya diukur dari kemampuan fisik atau kesanggupan bekerja keras. Lebih dari itu, kekuatan juga terlihat dari kemampuan mengalahkan rasa malas dan menjaga konsistensi dalam menjalankan kebaikan.

“Orang yang paling kuat adalah orang yang siap mengalahkan rasa malasnya ketika berkumandang azan Subuh,” katanya.

Bupati Dony berharap semangat menghidupkan salat Subuh berjamaah juga dapat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.
“Ketika Subuhnya hidup, insyaallah daerahnya akan hidup. Ekonominya pun akan hidup. Ketika sebuah masjid Subuhnya ramai, insyaallah warganya akan hidup rukun. Kalau warganya hidup rukun, insyaallah daerahnya akan maju,” tuturnya.

Selain penguatan kehidupan keagamaan, Bupati Dony juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, pendaftaran Perlinsos terbuka bagi seluruh masyarakat, baik yang merasa mampu maupun kurang mampu, termasuk warga yang sudah maupun belum menerima bantuan sosial.

Menurutnya, keikutsertaan masyarakat penting untuk membantu pemerintah memperbarui dan memvalidasi data sehingga bantuan sosial dapat diberikan secara lebih tepat sasaran dan transparan.

“Tujuannya supaya bantuan sosial tepat sasaran dan lebih transparan. Masyarakat yang berhak harus mendapatkan haknya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, data Perlinsos akan terintegrasi dengan berbagai sumber data pemerintah untuk mendapatkan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif.

Jika terdapat data yang dinilai tidak sesuai, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan sanggahan dan melakukan klarifikasi.

Bupati Dony pun meminta masyarakat memahami terlebih dahulu mekanisme program sebelum memberikan penilaian.

“Pertama, kita harus berprasangka positif. Kedua, memahami tentang berbagai program pemerintah sebelum memberikan sebuah kesimpulan, apalagi penilaian atas program tersebut,” katanya.

Ia menekankan, inti dari program Perlinsos adalah memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan mendapatkan perlindungan dan bantuan sesuai dengan haknya.

“Intinya, masyarakat yang berhak harus dapat. Kita ingin melindungi yang lemah dan memastikan bantuan diberikan kepada yang memang berhak,” pungkasnya.(cwp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.