RADARSUMEDANG.ID – Berakhir sudah sejumlah rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI dan Milangkala ke-44 Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Makam Mbah Beureum pada 4 Agustus lalu dan diakhiri dengan ngagogo lauk pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Atas nama Pemerintah Desa (Pemdes) Cibeureum Kulon, Kepala Desa (Kades), Gun Gun Turganda menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan semua pihak atas partisipasi, dukungan, dan kebersamaan dalam mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan di dua momentum hari bersejarah itu. “Alhamdulillah, pada kesempatan ini di tanggal 30 Agustus yang terakhir kita melaksanakan rangkaian kegiatan memperingati Milangkala Desa Cibeureum Kulon ke-44 dan HUT ke-81 RI,” ucapnya pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Dia mengulas, rangkaian kegiatan dimulai ziarah kubur dan dilanjutkan rapat paripurna melibatkan seluruh unsur terkait di wilayah desa setempat. Selanjutnya, digelar berbagai kegiatan perlombaan, keagamaan, olahraga dan lainnya.
“Dilanjutkan pula kegiatan hiburan seperti karaoke, panggung hiburan, senam bersama dan juga tabligh akbar. Sebelumnya, juga ada perlombaan keagamaan tingkat TK dan SD yang sudah dilaksanakan dalam rangkain acara di beberapa hari yang sudah diagendakan itu,” jelasnya.
Pihaknya berharap, dengan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan dimaksud agar bisa lebih mengetahui lagi tentang sejarah Cibeureum Kulon dan bisa lebih mengerti tentang makna Proklamasi Kemerdekaan RI.
Khusus di hari terakhir pelaksanaan acara, diawali dengan sontoloyo tradisi khas Cibeureum Kulon, yaitu balap perahu maket atau miniatur yang dibuat secara tradisional. Balap perahu maket itu diikuti sekitar 250 peserta dari wilayah Cibeureum Kulon dan sekitarnya.
Tempat acara menggunakan Irigasi Dam Cibeureum Kulon berlokasi wilayah RT 02/RW 04, Dusun Sukakarya. “Sejak saya kecil waktu masih SD, sudah ada lomba balap perahu ini. Sehingga ini perlu kita lestarikan lagi. Alhamdulillah antusias peserta sampai 250 peserta,” ucap Kades.
Para peserta balap perahu santoloyo itu dibagi dalam tiga kelas pertandingan, yaitu kategori A dan B serta C. Kelas pertandingan dimaksud dilihat dari ukuran perahu seperti panjang dan besarnya.
Di penghujung acara diakhiri dengan ngagogo atau tangkap ikan di saluran irigasi yang sama. Ikan seberat 1 kwintal yang ditebar ke Irigasi Dam Cibeureum Kulon, ditangkap bersama-sama warga masyarakat yang berdatangan dari berbagai wilayah. (tri)





