RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Jambore Ranting (Jamran) Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Pamulihan resmi digelar. Di tengah berlangsungnya kegiatan perkemahan, peserta dan panitia mulai merasakan dampak debu yang diduga berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran kesehatan. Debu vulkanik maupun debu tanah di sekitar lokasi perkemahan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Terlebih, kegiatan Jamran berlangsung pada musim kemarau yang membuat kondisi tanah di sekitar area kemah relatif kering dan mudah berdebu.
Kepala Puskesmas Haurngombong, Yayat Nurhidayat, memberikan edukasi kepada para peserta Jamran terkait pentingnya menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan perkemahan. Peserta diimbau mengurangi paparan debu dan menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di area terbuka.
“Penggunaan masker penting untuk mengurangi paparan debu yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Kami mengimbau peserta tetap menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Yayat.
Sebagai langkah antisipasi, kata ia, Puskesmas Haurngombong dan Puskesmas Pamulihan turut membagikan masker kepada peserta Jamran.
“Masker sebagai bentuk perlindungan awal terhadap paparan debu, baik debu vulkanik maupun debu tanah di sekitar lokasi perkemahan,” tambahnya.
Selain memberikan edukasi dan masker, lanjut ia, Puskesmas Haurngombong bersama Puskesmas Pamulihan juga menyiagakan posko kesehatan di lokasi kegiatan.
“Kami siapkan posko untuk memberikan pelayanan kepada peserta maupun panitia yang sewaktu-waktu mengalami gangguan kesehatan selama pelaksanaan Jamran,” katanya.
Ia menghimbau kepada para peserta segera mendatangi posko kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya.
“Dengan antisipasi tersebut, pelaksanaan Jamran di Pamulihan berlangsung aman, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta,” tandasnya. (tha)







