RADARSUMEDANG.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang menggelar pemeriksaan kesehatan berkala dan cek kesehatan gratis (CKG) bagi jajaran pegawainya.
Kepala Dinkes Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Surdi Sudiana mengatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para pegawai tetap terjaga sehingga dapat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
“Tujuannya tentu untuk memastikan pegawai Dinas Kesehatan dalam kondisi sehat. Apabila ditemukan gejala penyakit atau hasil pemeriksaan yang tidak normal, bisa segera dilakukan tindakan maupun pengobatan sesuai dengan kondisi yang ditemukan,” kata Surdi saat dikonfirmasi Radar Sumedang, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap pegawai Dinkes, tetapi juga menjadi bagian dari arahan Bupati Sumedang agar cek kesehatan gratis dilaksanakan di seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Sumedang.
“Beberapa SKPD sudah melaksanakan kegiatan tersebut. Hasil pemeriksaannya juga sudah disampaikan dan mudah-mudahan apabila ada temuan yang tidak normal atau melebihi batas normal bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Surdi menjelaskan, pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan berdasarkan keluhan kesehatan yang dialami pegawai.
Secara umum lanjutnya, persoalan lingkar perut menjadi salah satu perhatian. Sebagian masyarakat termasuk ASN diketahui memiliki lingkar perut yang cukup tinggi atau masuk kategori obesitas.
“Rata-rata hasilnya kebanyakan lingkar perutnya tinggi atau obesitas. Mungkin saja salah satunya karena kurang aktivitas fisik,” ungkapnya.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena kelebihan berat badan dan obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Karena itu, Surdi mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup aktif, terutama bagi pegawai yang lebih banyak menghabiskan waktu bekerja di dalam ruangan.
Aktivitas fisik, menurutnya, tidak harus selalu berupa olahraga berat. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki atau jogging ringan dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran sekaligus membantu mengontrol berat badan.
“Pak Bupati juga menghimbau agar setidaknya rajin jalan kaki atau sekadar jogging. Di e-office ASN juga ada himbauan untuk berjalan kaki beberapa langkah dalam satu minggu atau bulan,” katanya.
Ia menambahkan, aktivitas fisik tersebut penting agar rutinitas ASN tidak hanya berkutat pada pekerjaan di dalam maupun luar ruangan, tetapi juga diimbangi dengan gerak tubuh yang cukup.
“Intinya supaya tinggi dan berat badan tetap ideal dan tidak terjadi obesitas. Kelebihan berat badan juga kurang baik karena berisiko terhadap beberapa penyakit tidak menular seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes dan sebagainya,” jelasnya.
Selain obesitas, CKG yang menyasar masyarakat umum dan pegawai ASN masih ditemukan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun, sebagian besar di antaranya sudah mengetahui kondisi tersebut dan telah menjalani pengobatan.
Lebih lanjut pemeriksaan kesehatan secara rutin tersebut, diharapkan para pegawai semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Sebab, kondisi tubuh yang sehat menjadi salah satu modal penting untuk memberikan pelayanan publik secara maksimal.
“Untuk yang hipertensi, kami lakukan pemeriksaan ulang. Pada dasarnya mereka sudah mengetahui dirinya hipertensi dan sudah mendapatkan pengobatan,” jelas Surdi.(jim)







