RADARSUMEDANG.id —Kreativitas warga Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, patut mendapat apresiasi.
Sebanyak 11 RW di desa tersebut menghias dan membangun gapura di masing-masing wilayah sebagai bagian dari lomba gapura lingkungan tingkat desa.
Tidak sekadar menjadi penanda batas antar-RW, keberadaan gapura tersebut kini mempercantik lingkungan sekaligus menghadirkan nuansa kasundaan yang semakin kental.
Camat Sumedang Selatan Idi Suhandi mengatakan, lomba gapura tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Desa Mekar Rahayu. Setiap RW diminta berkreasi menghias maupun membangun gapura di wilayah masing-masing.
“Pihak desa menyelenggarakan lomba gapura antar-RW. Setiap perbatasan RW membuat atau menghias gapura dan ini merupakan inisiatif dari Pak Kuwu sendiri,” kata Idi saat dikonfirmasi Radar Sumedang melalui sambungan telepon, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, proses penilaian masih berlangsung dengan melibatkan unsur Bidang Pariwisata Disparbudpora, DPMD, serta pihak kecamatan. Penilaian tidak hanya melihat keindahan, tetapi juga kreativitas warga dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
“Pokoknya sekreatif mungkin. Rata-rata menggunakan kayu dan bambu,” ujarnya.
Idi menyebut, sekitar 11 RW telah menghias gapuranya. Hasil kreativitas warga tersebut untuk sementara diminta tetap dipertahankan karena selain memperindah lingkungan, gapura-gapura itu juga dipersiapkan untuk menyemarakkan lomba gapura desa Sri Baduga tingkat provinsi.
Menariknya, gapura yang dibangun warga kini mulai menjadi daya tarik tersendiri. Sejumlah masyarakat dari luar desa bahkan berdatangan untuk berfoto, terutama setelah keberadaan gapura tersebut ramai diposting di media sosial.
“Saya sudah melihat satu per satu gapura yang selesai dibangun warga. Kesan kasundaannya menjadi lebih hidup di Desa Mekar Rahayu,” katanya.
“Warga maupun pengunjung dapat melihat deretan gapura tersebut mulai dari kawasan Jalan Rumah Makan Ponyo hingga ke bagian atas dekat kantor desa. Gapura dibangun di sepanjang batas wilayah masing-masing RW dengan desain yang berbeda-beda sesuai kreativitas warga,” katanya lagi.
Berdasarkan pantauan Radar Sumedang di salah satu gapura lingkungan Dusun Cikamuning RW 11, kreativitas warga terlihat cukup menonjol. Gapura yang dibangun di atas aliran sungai tersebut membentang sekitar 10 meter.
Material bambu menjadi unsur utama bangunan, mulai dari tiang, balok hingga pagar. Atapnya menggunakan ijuk, sementara bagian pagar dihiasi anyaman bambu serta ornamen berbentuk daun berwarna keemasan.
Jalan masuk di bawah gapura juga ditata menggunakan batu alam atau paving. Sementara sisi kiri dan kanan jalan dicat dengan pola merah putih sehingga memberikan kesan rapi dan terawat.
Tanaman hias yang ditempatkan di sekitar gapura turut menambah kesan asri. Perpaduan bambu, ijuk dan ornamen tradisional membuat gapura tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda batas RW, tetapi juga menjadi bagian dari estetika lingkungan.
Kehadiran deretan gapura hasil kreativitas warga itu sekaligus menunjukkan semangat gotong royong masyarakat dalam mempercantik lingkungan tempat tinggalnya.
Kini, kawasan tersebut tak hanya menjadi jalur permukiman, tetapi juga mulai dikenal sebagai salah satu sudut Desa Mekar Rahayu yang menawarkan suasana khas pedesaan dengan sentuhan budaya Sunda. (jim)





