RADARSUMEDANG.id, JATIGEDE – Tradisi Ngarot masih dilakukan dalam memperingati hari jadi ke-125 Karedok Kecamatan Jatigede. Berbagai kegiatan yang mengisi tradisi Ngarot diantaranya pameran hasil bumi, ngaogo ikan, ritual penyembelihan kerbau, hingga hajat Uar (tolak bala).
Kepala Desa Karedok, Waluyo, mengatakan bahwa Ngarot diselenggarakan untuk mengajak masyarakat desa agar terus menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi turun temurun.
“Kami ingin perangkat desa bersama-sama masyarakat menjaga tradisi turun temurun. Bentuk rasa syukur kami atas hasil panen yang dihasilkan,” kata Waluyo, Rabu (30/9).
Upacara adat Ngarot sendiri dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya panen hasil bumi. Warga juga melakukan makan bersama di alun-alun desa.
Salah satu yang menjadi daya tarik, yakni ritual penyembelihan hewan kerbau. Kepala kerbau dikubur alun-alun desa, sedangkan dagingnya dikonsumsi warga.
“Sampai saat ini sudah 125 kali kami dilakukan tradisi Ngarot. Alhamdulillah masyarakat selalu antusias,” ujarnya.
Menurutnya, rangkaian acara juga dapat menguatkan gotong royong warga.
“Hasil bumi yang dihadirkan pada akhirnya untuk masyarakat itu sendiri,” imbuhnya.
Lebih jauhnya, Ngarot juga diharapkan menjadi daya tarik wisata, di desa yang dulunya terisolir tersebut.
Adapun rangkaian tradisi Ngarot hari jadi ke-125 Desa Karedok dimulai dari 16 September hingga 5 Oktober. (gun)






