RADARSUMEDANG.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat pembinaan spiritual aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional sekaligus berlandaskan nilai keimanan dan ketakwaan.
Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian Rutin dan Doa Bersama ASN Kabupaten Sumedang yang digelar di ruang depan Gedung Negara Sumedang, Kamis (1/10/2026) malam.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengatakan, pengajian rutin malam Jumat tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial atau rutinitas birokrasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para ASN untuk berhenti sejenak dari kesibukan pekerjaan sekaligus mengisi kembali kekuatan spiritual.
“Malam Jumat ini adalah waktu untuk kita semua mengisi ulang ruhani kita. Jangan hanya sebatas formalitas, seremonial, atau rutinitas,” ujarnya.
Ia mengatakan, ASN setiap hari menghadapi berbagai tugas, mulai dari melayani masyarakat, melaksanakan pembangunan, mengejar target hingga menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan.
Karena itu, menurutnya, diperlukan keseimbangan antara kompetensi dan kekuatan spiritual.
“Ini menjadi wahana untuk menenangkan hati, membersihkan niat dan meluruskan pengabdian kita selaku ASN,” katanya.
Bupati Dony menegaskan, jabatan yang diemban ASN bukan hanya jabatan administratif, tetapi juga merupakan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
“Setiap diri kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati Dony mengajak seluruh ASN menjadikan setiap aktivitas pelayanan sebagai bagian dari pengabdian.
Mulai dari mengambil keputusan, menandatangani dokumen, memberikan pelayanan hingga memberikan senyuman kepada masyarakat, semuanya dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.

“Kalau niatnya lurus, setiap tanda tangan, keputusan, pelayanan, bahkan senyuman kita kepada rakyat yang datang, insyaallah itu akan menjadi amal saleh,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat yang datang ke kantor pemerintahan merupakan amanah yang harus dilayani dengan baik.
“Setiap rakyat Sumedang adalah amanah kita semuanya. Senyuman kita adalah ibadah,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemkab Sumedang selama ini tidak hanya mendorong pembangunan fisik dan peningkatan kompetensi aparatur, tetapi juga memperkuat pembinaan keagamaan.
Di antaranya melalui pengajian rutin, taklim aparatur di setiap SKPD, Pesantren ASN serta berbagai pelatihan yang memadukan penguatan spiritual dengan peningkatan kompetensi.
Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter.
“Kalau selama ini kita membangun jalan, jembatan, ruang kelas dan berbagai fasilitas fisik, maka hati kita juga harus dibangun. Kalau hatinya bersih, insyaallah perilakunya bersih. Kalau hatinya baik, kebijakannya juga akan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid yang memberikan tausyiah mengapresiasi konsistensi Pemkab Sumedang dalam membangun tradisi penguatan spiritual bagi para aparatur.
Ia menyoroti perubahan kehidupan yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penguatan nilai-nilai keagamaan agar masyarakat dan aparatur memiliki ketahanan spiritual.
Sodik juga mengajak para ASN memiliki sejumlah karakter penting dalam menjalankan amanah, yakni as-shabirin atau sabar dan tahan uji, as-shadiqin atau jujur dan amanah, al-qanithin atau patuh terhadap Allah, Rasul dan aturan, al-munfiqin atau memiliki kepedulian, serta al-mustaghfirin atau mau mengakui kesalahan dan memperbaiki diri.
“Yang pertama tahan uji, tahan banting. Yang kedua jujur dan amanah. Yang ketiga patuh. Yang keempat peduli. Yang kelima mau mengakui kesalahan dan memperbaiki diri,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pelayanan pemerintahan.
Pengajian diikuti para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas serta Pejabat Fungsional Non-Guru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.(cwp)






