RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR — DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI digelar di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Selasa (6/10).
Hj. Yuslita Sumartini Bilqis resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang periode 2025–2030.
Yuslita yang akrab disapa Bunda Bilqis mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang dipercaya menahkodai Partai Golkar di Kabupaten Sumedang.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Yuslita langsung menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Ia mengaku tidak ingin membuang waktu karena agenda politik ke depan membutuhkan persiapan matang dan kerja terstruktur.
“Kita akan segera memperkuat konsolidasi dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Kita hanya memiliki waktu efektif sekitar dua tahun untuk mempersiapkan Pileg dan Pilkada. Maka dari itu, saya akan secepatnya turun langsung melakukan roadshow ke setiap PK sampai ke akar rumput,” ujar Yuslita.
Ia mengatakan, amanah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumedang bukan tanggung jawab ringan. Namun, kepercayaan tersebut akan dijadikan sebagai amanah sekaligus ujian untuk membawa partai semakin solid dan berkembang.
“Kepercayaan dan amanah ini sungguhlah tidak ringan. Hakikatnya adalah ujian yang sangat berat, tetapi mulia bagi saya,” katanya.
Yuslita pun meminta doa dan dukungan seluruh kader serta keluarga besar Partai Golkar Sumedang agar dirinya mampu menjalankan roda organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Terlebih, proses menuju Musda XI sempat diwarnai dinamika dan perbedaan dukungan. Sebelum Musda, dukungan terhadap Yuslita disebut telah menguat, termasuk dari 26 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Sumedang.
Yuslita menegaskan, setelah Musda berakhir, tidak boleh lagi ada sekat maupun kubu-kubuan di tubuh Partai Golkar Sumedang.
Menurut dia, seluruh kader harus kembali bergandengan tangan dan memusatkan energi untuk membesarkan organisasi.
“Campur aduk rasanya, ada bahagia dan tidak menyangka. Ternyata seorang perempuan mendapat kepercayaan untuk memimpin partai sebesar ini di Kabupaten Sumedang. Namun ingat, ini bukan kemenangan satu kelompok, melainkan kemenangan kita bersama. Sekarang tidak ada lagi kubu A, B, atau C. Semua menyatu untuk membesarkan Partai Golkar dan memenangkan pemilu,” tegasnya.
Ia juga menyinggung dinamika yang terjadi selama proses kontestasi Musda, terutama terkait informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, dinamika dalam sebuah kontestasi merupakan hal yang wajar. Namun, penyebaran informasi melalui media sosial terkadang membuat informasi berkembang tidak sesuai fakta.
“Sering kali terjadi pembiasan informasi yang semestinya tidak terjadi. Dinamika kontestasi yang semestinya diisi dengan informasi atau substansi yang berkualitas berubah menjadi penggunjingan yang tidak elok dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya,” ujarnya.
Yuslita memastikan sejumlah isu mengenai dirinya yang berkembang di media sosial tidak sesuai dengan fakta.
“Isu-isu seputar Sumedang, khususnya yang menyangkut diri saya yang muncul di medsos, sesungguhnya tidaklah benar. Fakta yang sebenarnya hanyalah bersifat perguliran di media sosial saja,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinannya, Yuslita menargetkan Partai Golkar meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang.
Jika sebelumnya Golkar memperoleh 10 kursi DPRD Kabupaten Sumedang, ia membidik perolehan lebih dari 14 kursi sekaligus merebut kembali posisi Ketua DPRD Kabupaten Sumedang.
“Strategi awal kita adalah sukses di Pemilu Legislatif. Jika sebelumnya kita meraih 10 kursi, maka target kita berikutnya adalah merebut kembali posisi Ketua DPRD Kabupaten Sumedang dengan perolehan lebih dari 14 kursi,” tandasnya.
Untuk mencapai target tersebut, konsolidasi akan menjadi salah satu pekerjaan utama kepengurusan baru. Roadshow bakal dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, PK hingga Pengurus Desa (PD).
Yuslita menegaskan, kepemimpinannya akan mengedepankan prinsip kolektif. Roda organisasi akan dijalankan dengan tetap mengacu pada petunjuk dan arahan DPD Partai Golkar Jawa Barat serta DPP Partai Golkar.
Ia juga mengajak seluruh kader menunjukkan perilaku politik yang sesuai dengan jati diri dan tradisi Partai Golkar sebagai partai modern yang mengedepankan intelektualitas.
“Mari kita bergandengan tangan untuk bersama-sama bekerja sama mengelola dan membesarkan organisasi Partai Golkar Kabupaten Sumedang yang kita cintai dan kita banggakan,” ajaknya.
“Kedepan saya mengajak kepada seluruh kader Partai Golkar Kabupaten Sumedang untuk semakin bisa menunjukkan perilaku politik yang sesuai dengan jati diri, karakter dan tradisi Partai Golkar sebagai partai yang modern dan mengedepankan intelektualitas,” pungkasnya.
Sebelum aktif di panggung politik, Yuslita mengawali perjalanan kariernya sebagai pengusaha. Dorongan dan bimbingan sang suami yang disebutnya sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan politiknya membuat Yuslita kemudian terjun ke dunia politik.
Kariernya berkembang hingga dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumedang. Ia juga dipercaya memimpin organisasi pengajian Al-Hidayah sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang.
“Jujur, awalnya saya kaget saat dorongan ke dunia politik itu datang. Namun, niat baik dan komitmen membuat amanah ini mengalir. Tugas ini berat, tetapi ini ujian mulia. Saya siap mempersembahkan kemampuan terbaik untuk Golkar Sumedang,” ungkapnya. (tha)






