Kesatuan dan Persatuan  Adalah Kemenangan: Musda XI Golkar Sumedang sebagai Cermin Kedewasaan Kader

oleh
Naya Sunarya

Oleh : Naya Sunarya *

RADARSUMEDANG.id — Menjelang Musda XI Partai Golkar Kabupaten Sumedang yang akan digelar 6 Oktober 2026, kita menyaksikan pemandangan yang sungguh mengundang kebanggaan. Di tengah suasana yang biasanya diwarnai persaingan, di Sumedang justru tumbuh iklim yang damai, kondusif, penuh semangat persaudaraan dan kesatuan.

Seluruh kekuatan kader—termasuk para pemegang hak suara bukan saja 26 Pengurus Kecamatan tapi para pemegang suara dikuar unsur Pengurus Kecamata , tampak  berjalan bersama, bukan berhadapan. Ini bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan bukti nyata kedewasaan berorganisasi dan berpolitik yang patut dibanggakan.

Yang paling menggembirakan hati adalah ketika para bakal calon yang sebelumnya bersiap maju dalam pertarungan, kini memilih menyatukan langkah dan memberikan dukungan moral

kepada salah satu tokoh unggulan, yaitu yang biasa dipanggil Bunda Bilqis. Keputusan ini bukan berarti hilangnya keberagaman pandangan, melainkan justru kemenangan semangat musyawarah mufakat. Menyadari bahwa tujuan bersama—memenangkan Pemilu 2029 dan 2031 serta mewujudkan Golkar Sumedang yang Modern, Solid, dan Berkinerja Tinggi—jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Sikap ini adalah bukti bahwa kader Golkar Sumedang memahami: kekuatan sejati partai bukan pada siapa yang menang, melainkan pada bagaimana kita tetap berdiri bersama setelah pemilihan selesai.

Perlu ditegaskan: suasana damai ini tidak lantas meniadakan esensi proses deliberasi. Musda tetaplah forum tertinggi yang penuh tanggung jawab. Setiap suara tetap berharga, setiap pandangan tetap didengar, dan setiap masukan tetap menjadi bagian dari pertimbangan kolektif. Persatuan bukan berarti keseragaman tanpa kritik, melainkan kemampuan membedakan pendapat tanpa memutus persaudaraan. Dukungan yang diberikan kepada Bunda Bilqis adalah amanat yang besar sekaligus tantangan yang berat: ia harus mampu merangkul semua, mengakomodasi aspirasi seluruh kader, dan memastikan tidak ada pihak yang merasa tersisihkan.

Terpilihnya seorang perempuan sebagai pemimpin juga adalah sebuah tanda kemajuan. Bukan karena ia perempuan, melainkan karena ia mampu, berkomitmen, dan telah menyelesaikan urusannya dengan diri sendiri—siap bekerja, siap berbakti, siap memajukan partai tanpa pandang bulu. Ia datang bukan membawa beban masa lalu, melainkan membawa semangat kebersamaan dan kemauan tulus untuk memajukan Golkar Sumedang ke arah yang lebih baik.

Musda XI ini bukan sekadar memilih ketua. Ini adalah momen di mana kita meneguhkan kembali janji kader: bersatu sebelum, selama, dan setelah proses pemilihan. Mari kita jadikan Musda ini bukan sebagai ajang pembuktian siapa yang paling kuat, melainkan bukti bahwa kita paling mampu menjaga persatuan. Karena pada akhirnya, kemenangan sejati bukanlah siapa yang duduk di kursi pimpinan, melainkan bagaimana kita semua berdiri bersama-sama membawa Golkar Sumedang menuju kemenangan yang gemilang di masa depan.

Bersatu Kita Teguh, Berbagi Kita Berkembang.

*)Warga Sumedang, Mantan Anggota DPRD Sumedang

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.