RADARSUMEDANG.id, KOTA –– Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang menggandeng seluruh Pranata Komputer (Parkom) dari Dinas, Badan juga Kecamatan untuk mempraktikkan langsung penggunaan perangkat pemungutan suara pada Pilkades serentak melalui sistem e-voting.
Mereka dikumpulkan dan dilakukan bimbingan secara teknis oleh tim ahli agar dapat membantu panitia Pilkades maupun KPPS dalam pengoperasian perangkat digital yang akan digunakan di 424 TPS di 92 Desa yang berpartisipasi pada Pilkades serentak 28 Oktober 2026 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, tim ahli asal Provinsi Jawa Barat mendampingi para peserta secara langsung agar mereka menguasai pengoperasian seluruh perangkat digital.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Widodo Heru Prasetyawan, memaparkan bahwa pihaknya menggelar bimtek ini sebagai fondasi krusial dalam menyukseskan Pilkades digital di 92 desa
Widodo menjelaskan bahwa para Pranata Komputer menyerap berbagai pengetahuan dan keterampilan teknis untuk mengoperasikan peralatan suara digital. Kendati demikian, ia justru menyampaikan instruksi unik mengenai tugas para petugas tersebut di lapangan.
“Walaupun sudah dilatih, saya berharap Pranata Komputer tidak perlu bekerja. Artinya, tidak ada masalah dengan peralatannya. Mereka baru bertugas apabila ada alat yang tidak berfungsi atau tidak sesuai dengan rencana,” kata Widodo saat ditemui Radar Sumedang di PPS, Selasa (13/10/2026).
Adapun kata Widodo, para Prakom disiagakan sebagai tim siaga darurat dan hanya akan turun tangan, manakala kendala teknis mendadak muncul pada perangkat digital saat pemilihan berlangsung.
Selain mematangkan kesiapan perangkat dan sumber daya manusia, DPMD Sumedang turut mengantisipasi faktor pendukung eksternal yang krusial, yakni pasokan energi listrik.
Oleh karena itu, DPMD Sumedang merencanakan pengiriman surat resmi kepada PT PLN (Persero). Melalui langkah proaktif ini, pemerintah berkoordinasi secara intensif guna menjamin kelistrikan tetap stabil dan aman tanpa gangguan selama hari pelaksanaan pemilihan.
“Tentunya lewat serangkaian persiapan teknis yang matang ini, kami menaruh harapan besar agar Pilkades digital dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Pada akhirnya, inovasi sistem digital ini mampu melahirkan sosok kepala desa yang handal dalam melayani, mengayomi, serta melindungi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Widodo juga menepis adanya anggapan bahwa pemungutan suara secara elektronik pada Pilkades 28 Oktober nanti relatif simpel khususnya bagi kalangan lansia. Mengingat, Pilkades elektronik merupakan hal baru bagi masyarakat.
Bahkan dirinya membandingkan bagaimana tata cara pemungutan suara pada pemilihan anggota legislatif lalu yang memakan waktu kurang dari 5 menit.
“Kalau di Pileg dan Pilpres, lansia harus membuka dan melipat 4 surat suara (fisik) dalam waktu yang bersamaan. Maka e-voting Pilkades perdana di Sumedang, cukup bawa form undangan yang sudah dilabeli barcode kemudian tunjukan ke KPPS, pindai, pilih kandidat calon, keluar resi, selesai. Ini paling lama juga 30 detik sehingga lansia pun tidak akan kesulitan karena sudah sesimpel ini,” jelas Widodo. (jim)





