RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Seorang balita perempuan berusia sekitar 2–3 tahun yang ditemukan sendirian di sebuah kafe di Jalan Ratjih Nata, wilayah Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, kini berada di Rumah Aman Anak untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut.
Dinas Sosial (Dinsos) bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB3A) Kabupaten Sumedang telah menindaklanjuti temuan tersebut pada Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sumedang, balita tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang juru parkir di sekitar kafe. Saat ditemukan, anak itu berada tanpa pendampingan orang tua.
Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Heti Andorina, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut saat melintas di lokasi.
Setelah mengetahui kondisi anak, ia berinisiatif membawa balita itu ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan.
“Saat saya melintas ke kafe itu, ada seorang juru parkir menemukan anak tanpa pendampingan orang tuanya. Saya langsung membawa anak itu ke Dinsos, kemudian berkoordinasi dengan bidang P3A DPPKB3A. Anak tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Aman Anak untuk penanganan lebih lanjut,” kata Heti kepada Radar Sumedang, Minggu (18/10/2026).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Agus Kori Hidayat, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Agus Khaeruman, membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan penemuan balita tersebut.
Menurut Agus, tim Dinsos langsung turun ke lapangan untuk menangani anak tersebut. Namun, karena keterbatasan fasilitas yang representatif untuk penanganan anak terlantar di kantor Dinsos, balita itu kemudian dibawa ke Rumah Aman Anak bersama anggota DPRD selaku saksi.
“Anak tersebut dibawa untuk dilakukan asesmen sekaligus menunggu kedua orang tuanya. Alhamdulillah, pada Sabtu malam, kedua orang tuanya bisa bertemu kembali dengan sang anak,” ujarnya.
Meski demikian, proses penyerahan anak kepada pihak yang mengasuhnya belum dilakukan. Dinsos bersama bidang P3A dan jajaran kepolisian masih melakukan penelusuran untuk memastikan latar belakang kejadian serta kondisi pengasuhan anak tersebut.
Agus menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai alasan anak itu ditemukan tanpa pendampingan orang tua. Penelusuran lebih lanjut perlu dilakukan oleh pihak yang berwenang sesuai dengan tugas masing-masing.
“Untuk motif atau alasan, hal itu menjadi ranah pihak kepolisian dan bidang P3A. Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan buah hatinya, terutama ketika berada di tempat keramaian,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala DPPKB3A Kabupaten Sumedang, dr. Aceng Solahudin, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Ekki Riswandiyah, mengatakan balita tersebut untuk sementara ditempatkan di Rumah Aman Anak karena penanganan awal dilakukan pada malam hari.
Menurut Ekki, asesmen secara menyeluruh dijadwalkan mulai Senin (19/10/2026). Proses tersebut mencakup penelusuran latar belakang keluarga, pola pengasuhan, serta kondisi anak.
Berdasarkan informasi awal yang diterima pihaknya, balita tersebut diasuh oleh orang tua angkat. Namun, status pengasuhan dan kronologi kejadian masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Karena kemarin sudah malam, anak tersebut terlebih dahulu kami bawa ke Rumah Aman Anak. Mulai Senin, kami akan melakukan asesmen secara menyeluruh,” kata Ekki saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, tim P3A bersama jajaran kepolisian masih mendalami berbagai informasi terkait kejadian tersebut. Penelusuran diperlukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai latar belakang keluarga, pola pengasuhan, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan pengasuhan anak.
Terkait informasi mengenai dugaan kekerasan yang beredar di masyarakat, Ekki meminta agar hal tersebut tidak disimpulkan sebelum ada hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
Adapun informasi mengenai bekas gigitan pada tubuh anak juga belum dapat dipastikan kaitannya dengan kejadian tersebut. Penanganan aspek tersebut menjadi kewenangan kepolisian untuk ditelusuri lebih lanjut.
Ekki juga memastikan kebutuhan dasar balita tersebut telah ditindaklanjuti oleh Dinsos bersama pihak terkait. Pemeriksaan kesehatan juga telah dilakukan oleh tim PSC 119 SimpatiK.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang disampaikan pihaknya, kondisi kesehatan anak dilaporkan dalam keadaan baik. Selain kesehatan fisik, kondisi psikologis anak juga menjadi perhatian dalam proses asesmen.
Pihaknya memastikan pendampingan terhadap balita tersebut tetap dilakukan selama proses penelusuran berlangsung.
Hingga kini, DPPKB3A bersama Dinsos dan kepolisian masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi kejadian serta menentukan langkah penanganan selanjutnya. Hasil penelusuran tersebut diharapkan menjadi dasar dalam mengambil keputusan yang mengutamakan keselamatan dan kepentingan terbaik bagi anak. (jim)






