RADARSUMEDANG.id — Universitas Sebelas April (UNSAP) bersama STAI Sebelas April Sumedang mewisuda sebanyak 1.454 lulusan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda XLIV Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda berlangsung di Graha Asia, Plaza Asia Sumedang, Rabu (21/10/2026).
Rektor UNSAP Prof. Dr. H. Arifin, S.H., M.Pd., M.M., mengatakan, wisuda ke-44 menjadi momentum bersejarah bagi UNSAP yang selama 44 tahun telah melahirkan ribuan insan akademis.
Dari total 1.454 wisudawan, sebanyak 812 orang mengikuti prosesi pada hari pertama, sedangkan 642 orang lainnya dijadwalkan mengikuti wisuda pada hari berikutnya.
Prof. Arifin menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UNSAP dan STAI Sebelas April Sumedang.
Ia juga mengapresiasi jajaran pimpinan, dekanat, ketua program studi, serta tenaga pendidik yang telah bekerja keras mendukung keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh para lulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan para wisudawan agar siap menghadapi perubahan dan dinamika kehidupan setelah meninggalkan lingkungan akademik. Ilmu yang diperoleh selama perkuliahan harus terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Prof. Arifin juga menekankan pentingnya menghormati jasa orang tua yang telah memberikan dukungan dan doa selama menempuh pendidikan tinggi.
“Jangan abaikan doa orang tua, lahir dan batin. Temui mereka dan ucapkan terima kasih, karena di sela-sela perjuangan bapak dan ibu, terselip doa bagi saudara semua,” ujar Prof Arifin dalam sambutannya di hadapan jajaran anggota Sidang Senat juga wisudawan wisudawati.
Tak lupa dirinya turut mengajak para alumni untuk menjaga silaturahmi dengan almamater serta menjunjung tinggi nama baik UNSAP dan STAI Sebelas April Sumedang.

“Kalau mau melanjutkan studi di kami sudah ada program pasca sarjana 4 program yang sudah terakreditasi manajemen, administrasi publik, dan magister pendidikan bahasa Sastra Indonesia, Inggris dan Matematika. Jangan lupa untuk tetap kokoh menjalin silaturahmi dengan kami, jangan lupa dengan almamater. Walaupun sudah tidak ada di lingkungan akademik jagalah tali persaudaraan pegang kuat moto juang sebelas april,” ucap Prof Arifin.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Sebelas April (YPSA) H. Yuyun Hidayat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Ia menegaskan, gelar akademik yang diraih merupakan hasil kerja keras dan doa yang harus diiringi tanggung jawab moral lebih besar kepada masyarakat.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki integritas, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terus berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.
Yuyun juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga atas kepercayaan serta pengorbanan yang telah diberikan selama mahasiswa menempuh pendidikan.
Ia berharap para lulusan mampu menjalani babak baru kehidupan dengan optimistis, mengamalkan ilmu yang diperoleh, serta tetap menjaga nama baik almamater.
“Atas nama yayasan dan civitas akademika, kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat pengalaman atau pelayanan yang kurang berkenan bagi mahasiswa. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan ke depan,” kata Yuyun.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir berpesan agar para wisudawan menjadikan gelar akademik sebagai awal pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar pencapaian pribadi.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi harus diikuti dengan kemampuan mengamalkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Ilmu yang telah didapatkan harus bisa diamalkan dan dipertanggungjawabkan. Berilmu amaliyah, beramal ilmiah,” tutur Dony.
Dony menjelaskan, prinsip tersebut menegaskan bahwa ilmu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia kerja maupun di tengah masyarakat. Setiap tindakan dan keputusan juga harus didasarkan pada pengetahuan yang benar.
Ia meminta para lulusan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta mampu beradaptasi dengan tantangan zaman yang semakin kompleks. Para wisudawan juga diharapkan memiliki tujuan hidup dan perencanaan yang jelas dalam menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan.
“Jangan mengalir begitu saja. Buat perencanaan yang tepat. Setelah wisuda ini, harus ada tekad yang kuat untuk menjadikan diri kita lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih berkarya,” pintanya.
Dony turut mengingatkan pentingnya membangun pola pikir dan perilaku positif melalui positive thinking, positive feeling, positive saying, dan positive acting. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari diri sendiri melalui pikiran, perkataan, dan tindakan yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi kontribusi UNSAP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumedang. Keberadaan perguruan tinggi tersebut dinilai telah membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus melahirkan lulusan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ia berharap UNSAP terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat inovasi, serta memiliki cita-cita besar untuk bersaing dengan perguruan tinggi terkemuka di tingkat regional maupun nasional.
“Harus punya mimpi besar, karena mimpi besar itu akan menggerakkan seluruh potensi kita untuk mencapainya,” pungkasnya. (jim)







