RADARSUMEDANG.ID, CIMANGGUNG – Meningkatnya kematian covid-19 di Kabupaten Sumedang serta minimnya keberanian warga membantu pemakaman jenazah, membuat sekelompok pemuda yang tergabung diorganisasi Karang Taruna Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung sukarela membantu proses pemakaman.
Ketua Karang Taruna Desa Mangunarga Budi Permana mengatakan berangkat dari keprihatinan, pihaknya bersama anggota dan organisasi lainnya kerap membantu proses pemakaman jenazah, yang menurut sebagian orang tidak mau mengurusnya karena alasan takut terpapar virus.
“Ini masalah kemanusiaan, kami tergugah karena banyak masalah penguburan yang tidak dimakamkan di Cikadut tidak ada yang mau/berani memakamkan. Pihak rumah sakit sering mengantar jenazah yang positif/terindikasi positif Covid hanya oleh seorang sopir tanpa adanya Tim pemakaman,” ucapnya kepada Radar Sumedang.
Budi menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah membantu pemakaman sekitar 20 jenazah, yang ada diwilayah Cimanggung, Tanjungsari, dan Jatinangor.
“Relawan yang terlibat setiap kali pemakaman sekitar 10 orang, kolaborasi bersama Banser NU Cimanggung,” tambahnya.
Menurutnya, dalam menjalankan aksi sosialnya, tidak pernah luput dari kelengkapan APD, setiap anggota dilengkapi dengan APD yang lengkap.
“Kita itu kerelawanan, contoh tadi pemakaman warga RW 12 Desa Cihanjuang. Puskesmas hanya memberi 3 pcs APD, 10 masker. Sementara kebutuhan APD minimal 7 masker medis biasa, 14 pcs sarung Tangan medis 14 pasang, desinspektan sprey, multivitamin, dan kami tidak punya peace shell atau kacamata, sepatu boot beli sendiri,” ucap penggagas program GEDUR SADULUR (Gerakan Dua Ribu Santunan Dhuafa Lembur Urang) itu.
Oleh sebab itu, kata ia, logistik sangat kekurangan, itu pun mengandalkan donasi. Kalau kas lagi kosong terpaksa mengandalkan uang sendiri.
“Dengan keterbatasan yang dimiliki, akan terus konsisten membantu dan kami meminta agar difungsikan sebagai PSKS (Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial), beri kekuatan dan kemudahan untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan instansi pemerintahan maupun swasta melalui CSRnya untuk bersama-sama menyehatkan kembali Indonesia,” tambahnya.
Ia pun mengaku, pergerakannya bukan hanya dibidang Kerelawanan Covid, pihaknya jugg melakukan pendampingan jompo/dhuafa sakit kerumah sakit, (Butuh ambulance khusus) Santunan rutin bulanan dgn program SADULUR (Santunan Dhuafa Lembur Urang), Santunan Isoman, Santunan Anak Yatim, (butuh kemudahan akses ) penguatan program pemerintah dalam penanggulangan stanting.
“Kepada Pak Bupati, Gubernur dan Pak Presiden. Kami bergerak untuk meringankan beban bapak para pemimpin kami, Tidak ada kepentingan apa-apa,” tutupnya. (tha).






