RADARSUMEDANG.ID – Pemkab Sumedang mulai Rabu (21/7) akan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari anggaran APBD Sumedang. Bantuan berupa uang tersebut akan diberikan per orang sebesar Rp 200.
Hal tersebut dikemukakan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir ketika melepas 5.000 paket sembako dengan tagline Penyaluran Bantuan Senyum Dhuafa Sembako Nyampe Rumah. Penyaluran sembako tersebut merupakan hasil dari zakat, infaq, sedekah ASN Kabupaten Sumedang yang dikelola oleh BAZNas Sumedang, Senin (18/7).
Dari 5.000 paket itu, 2.770 paket di distribusikan ke 277 desa di 26 kecamatan dan 1.200 paket disalurkan kepada pedagang Kaki Lima (PKL) 400 paket, Abang becak dan Kusir Delman 200 paket dan Pedagang di Kios pasar 600 paket. “Pantau disetiap lembur, jangan sampai ada yang kelaparan. Ada persoalan, cepat tangani,” pinta Bupati Dony kepada Pemerintahan desa dan kecamatan, saat penyaluran sembako di Kecamatan Paseh, Senin (18/7).
Menurut Bupati, Bansos diberikan kepada 255.735 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau sekitar 60% dari jumlah KK yang ada di Sumedang akan menerima Bantuan Sosial (Bansos). Selain sembako yang tadi telah disalurkan ke warga desa, pemberian Bansos ini terbagi kedalam beberapa kelompok penerima (KPM).
Antara lain: Program Keluarga Harapan (PKH) = 42.816 KPM, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Rutin = 72.940 KPM, BPNT Baru. = 80.862 KPM, Bantuan Sosial Tunai (BST) = 40.671 KPM, Bantuan Sosial Kabupaten = 8.759 KPM, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) = 9.687 KPM. Ada juga bantuan Beras 5 Kg = 3.000 KPM dan Beras 10 Kg = 94.813 KPM.
“Selain dari Baznas, bantuan lain yang akan disalurkan adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) yang rutin sebanyak 72.000 lebih KPM, Bantuan Sosial Tunai (BST) rutin sekitar 41.000 KPM, PKH sekitar 94.000 KPM, bantuan untuk non DTKS dari Pemerintah Kabupaten Sumedang sebanyak 8.000 lebih KPM, dan BLT Desa sebabyak 9.687 KPM,” ucapnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Tahun 2021 tidak lagi menyalurkan Bantuan Tunai dan Non Tunai sehingga sebanyak 80.000 lebih KPM harus diajukan kembali ke Kemensos RI untuk menerima bantuan.
“Ini ikhtiar kami, bagaimana masyarakat yang terdampak bisa dibantu, jangan sampai ada satu orang pun warga Sumedang yang kelaparan dan tidak bisa makan. Kami mempercepat apa yang menjadi kewajiban pemerintah daerah, sambil menunggu distribusi bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Dony juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai komponen masyarakat yang telah ikut serta peduli dan berbagi untuk masyarakat yang membutuhkan. “Semoga Alloh SWT melipatgandakan rezekinya,” pungkasnya.(cwp)






